Praya (Suara NTB) –Maskapai asal Australia, Airnorth kini tengah dalam pembahasan intens dengan PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA). Terkait rencana pembukaan rute penerbangan internasional Darwin, Australia – Lombok. Pembukaan rute penerbangan internasional tersebut nantinya memungkinkan wisatawan asal Australia dan negara-negara di sekitarnya terbang langsung ke Lombok, melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). General Manager PT. AP I LIA Minggus E.T. Gandeguai, awal pekan kemarin mengatakan, pembicaraan terkait rencana pembukaan rute penerbangan internasional tersebut sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu. Pihak Kementerian Perhubungan secara prinsip telah menyetujui rencana pembukaan rute internasonal tersebut. Termasuk dari pihak BIZAM juga sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan pihak maskapai.
Sehingga saat ini prosesnya kini tinggal menunggu kesiapan dari pïhak maskapai. “Untuk slot timenya juga kita siapkan. Dan, kapannya waktu yang diminta pihak maskapai kita siap,”tegasnya. Komunikasi dengan pihak maskapai bersangkutan lanjut Minggus, sejauh ini terus berjalan. Apa yang jadi kendala yang mungkin bisa dibantu oleh pihaknya, siap diupayakan. Terpenting pihak maskapai bisa segera membuka rute penerbangan tersebut, sehingga arus penumpang di BIZAM bisa meningkat. “Australia ini pasar potensi untuk penerbangan. Darwin salah satunya. Jadi kita berupaya bisa focus mengembangkan potensi pasar di Australia,” jelasnya.
Menurutnya, banyak wisatawan Australia yang datang ke Lombok. Tetapi harus transit terlebih dahulu melalui Bali maupun Jakarta, karena belum tersedianya penerbangan internasional langsung ke Lombok dari Australia. Selain Darwin, sebelumnya juga ada rencana pembukaan kembali rute penerbangan Perth, Australia ke Lombok oleh maskapai AirAsia. Namun sampai saat ini rencana tersebut belum ada kejelasan. Tetapi komunikasi antara BIZAM dengan pihak maskapai sejauh ini tetap terjalin. Artinya, peluang pembukaan rute Perth-Lombok masih ada. “Semoga pembukaan kedua rute penerbangan dari Australia tersebut bisa terealisasi secepatnya tahun ini. Supaya BIZAM semakin ramai,” imbuh Minggus. Rugi Besar Lebih lanjut Minggus menjelaskan, kalau pembukaan rute-rute penerbangan baru dari dan menuju Lombok memang jadi perhatian utama pihaknya. Baik itu rute penerbangan internasional maupun domestik, karena itu salah satu jalan untuk bisa mendongkrat pergerakan penumpang di BIZAM. Peningkatan jumlah penumpang bagi BIZAM sangat penting. Untuk membantu mendongkrak pemasukan bagi PT. AP I LIA. Mengingat sampai saat ini, PT. AP I LIA masih menanggung kerugian cukup besar dalam mengelola BIZAM, yakni Rp 60 miliar per tahun.
Hal itu dikarenakan pemasukan yang diperoleh belum sebanding dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam setahun. Belum lagi biaya pengurusan aset berupa gedung dan lainnya juga terbilang tinggi. Mengingat, BIZAM memiliki bangunan terminal yang cukup besar dengan berbagai fasilitas penunjang. “Setahun pengusutan asset BIZAM, terutama gedung itu mencapai sekitar Rp. 60 miliar. Ini yang juga turut berkontribusi yang membuat PT. AP I LIA mengalami kerugian,” jelasnya seraya menambahkan, agar bisa untung, penumpang di BIZAM paling tidak harus mencapai 20 ribu perhari. Sementara kondisi sekarang ini baru pada posisi 6 ribu perhari. Jadi masih sangat jauh untuk bisa memperoleh keuntungan. (kir)



