PEMERINTAH Kota Mataram memutuskan menggelar pawai takbiran di masing-masing kecamatan. Tujuannya adalah untuk mensyiarkan nilai-nilai agama Islam. Untuk memeriahkan pawai takbiran khusus di Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Sekarbela, mengutus dua kafilah.
Lurah Monjok Timur Sumanto menjelaskan, pawai takbiran tahun ini, hanya diikuti oleh dua kafilah dari Lingkungan Karang Tatah dan Lingkungan Mambe. Perwakilan dari lingkungan relatif lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, karena menyangkut kesanggupan lingkungan. “Iya, memang kita tergantung kesiapan lingkungan,” kata Sumanto.
Pawai takbiran diakui, dihiasai dengan maket atau ornamen masjid yang dibuat oleh remaja masjid. Pengalaman tahun sebelumnya, ornamen ini bukan satu-satunya penilaian, melainkan syiar berkaitan dengan mahraj, tajwid, dan tahmidnya serta kerapian peserta jadi penilaian.
Manto sapaan akrabnya menambahkan, kafilah dari Lingkungan Karang Tatah menjadi juara I pawai takbiran di tingkat Kecamatan Selaparang. Kafilah Karang Tatah memiliki ciri khas yang tidak dimiliki kafilah lainnya. “Kafilah kami setiap melintasi memungut sampah dan itu menjadi penilaian plus dari panitia,” jelasnya.
Pawai takbiran tahun 1.445 Hijriah tidak semata-mata mengejar juara. Warga di Kelurahan Monjok Timur, hanya ingin berpartisipasi untuk memeriahkan agenda tahun tersebut.
Dua kafilah yang mewakili kelurahan telah dibentuk panitianya untuk bertanggungjawab selama kegiatan berlangsung. Artinya, larangan dari panitia seperti tidak menyalahkan kembang api dan petasan harus dipatuhi agar tidak mengganggu keamanan dan ketertiban. “Jadi masing-masing kafilah sudah ada panitianya. Mereka yang bertanggungjawab untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan,” demikian terangnya. (cem)


