spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMHarga Daging Diprediksi Naik Jelang Lebaran

Harga Daging Diprediksi Naik Jelang Lebaran

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kebutuhan pokok menjelang lebaran Idul Fitri akan mengalami lonjakan. Salah satunya, harga daging sapi lokal diprediksi akan naik mencapai 5-10 persen. Masyarakat diingatkan tidak panik karena stok daging sapi melimpah.
Indah, pedagang daging di Pasar Mandalika menuturkan, harga daging sapi lokal saat ini, belum mengalami lonjakan. Kenaikan harga diprediksi mulai terjadi pada satu sampai dua hari sebelum lebaran. Kenaikan dinilai tidak begitu signifikan kisaran mencapai Rp130.000 – Rp140.000 per kilogram. “Kalau sekarang masih normal Rp125.000 per kilo.

Saat penampahan atau H-1 lebaran baru mulai naik,” terangnya ditemui pada, Jumat  5 april 2024 Daya beli masyarakat masih stabil. Hal ini dibuktikan dari 50 kilogram daging yang dibawa belum habis. Berbeda halnya pada H-1 lebaran, masyarakat ramai memburu daging sapi untuk kebutuhan lebaran. Kecenderungan masyarakat lanjut Indah, membeli daging sapi lokal dibandingkan daging sapi beku.

Meskipun harganya relatif mahal, tetapi pengunjung lebih memilih daging segar. Rata-rata daging sapi beku digunakan untuk kebutuhan di rumah makan, hotel, dan usaha catering. “Walaupun harga murah daging beku jarang orang mau beli,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Rohil. Ia mengaku, belum terjadi kenaikkan harga daging sapi lokal. Kenaikkan harga terjadi pada H-1 lebaran. Hal ini terjadi karena tingginya permintaan masyarakat. “Kalau sekarang masih Rp125 ribu sekilo,” sebutnya.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida menerangkan, kecenderungan yang mengalami kenaikan harga menjelang lebaran adalah daging sapi lokal. Kenaikan tidak terlalu signifikan dari Rp125.000 perkilogram menjadi Rp140.000 perkilogram. “Paling naiknya hanya 5-10 persen,” sebutnya.

Kenaikan harga daging sapi dipicu tingginya permintaan. Akan tetapi, ia mengingatkan masyarakat supaya tidak terlalu panik karena stok daging sapi lokal melimpah. Peternak sapi dari Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, terus memasok kebutuhan masyarakat. “Kalau pengalaman selama saya di perdagangan belum pernah kita kekurangan stok untuk daging sapi,” terangnya.

Dijelaskan, daging sapi segar paling diminati masyarakat dibandingkan daging beku. Meskipun harganya lebih murah, tetapi masyarakat lebih cerdas memilih kualitas daging yang bagus. Untuk daging beku lebih banyak memenuhi kebutuhan di rumah makan, hotel, dan usaha catering. (cem)

IKLAN
Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO