Mataram (Suara NTB) –Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan dan rencana investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Banyaknya event yang digelar hingga akhir tahun menunjukkan pihak yang mengelola Sirkuit Mandalika cukup kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada. Meski demikian, Pj Gubernur juga meminta agar PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memikirkan rencana pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) seperti Gelora Senayan Jakarta dibangun di KEK Mandalika. ‘’Kenapa demikian? Indonesia sudah ingin ikut open bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Maka Olimpiade 2032 selain dilaksanakan di Gelora Senayan atau revitalisasi Stadion Jakabaring Palembang, maka di Lombok juga harus ada. KEK Mandalika siap untuk perhelatan Olimpiade 2032. Kalau tidak dari sekarang tidak kita siapkan. Kapan lagi?,’’ ujarnya saat menerima rombongan peserta Japanese Domestic Market (JDM) Funday 2024 dan petinggi ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di Ruang Tamu Gubernur NTB, Sabtu 27 April 2024.
Dalam mendukung ini, ujarnya, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) wacana membangun GOR seperti itu sudah dibahas dan sambil dikawal bersama-sama. Menurutnya, jika Menteri BUMN memberikan izin sekitar 300 hektar di KEK Mandalika didedikasikan untuk pembangunan sport center, selain Sirkuit Mandalika, maka rencana ikut serta open bidding tuan rumah Olimpiade oleh Pemerintah Indonesia bisa dilakukan. Apalagi di KEK Mandalika sudah sirkuit, stadion olahraga berstandar dunia dan lain sebagainya, maka banyak kegiatan olahraga yang bisa digelar, sehingga dalam 365 hari dalam satu tahun akan terisi kegiatan yang memberikan keuntungan bagi daerah dan juga masyarakat sekitar. ‘’Sebelum peristiwa terjadi, bisa saja hotel-hotel itu didedikasikan sebagai tempat training center. Pusat latihan atlet dan menginap di sana. Berlatih di stadion yang akan dibangun, kemudian berwisata, sehingga atlet tidak stress. Jadi betapa sport dan tourism itu ada di KEK Mandalika,’’ terangnya.
Untuk itu, ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini, jika sebelumnya KEK Mandalika dilihat sebagai view yang bagus, banyak pantai, sekarang dengan magnetnya Sirkuit Mandalika menjadi pembeda NTB dengan Bali. ‘’Bali andalkan pantai, kita punya pantai, budaya juga tidak kalah, berwisata ke puncak gunung, kita juga punya. Sembalun juga yang hebat. Cinderamata, seperti mutiara dan lainnya juga hebat. Mau water sport di laut juga tersedia,’’ klaimnya. Sekarang ini, tambahnya, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat sedang dibangun dan diiharapkan cepat selesai. Nantinya, Bendungan Meninting ini, seperti Bendngan Jatiluhur, tempat untuk olahraga ski air dan sebagainya yang relevan. Hal ini penting dipersiapkan, karena tahun 2028, NTB tuan rumah PON bersama NTT. ‘’Saat menjadi tuan rumah bersama ini ada, 27 cabang olahraga (cabor) digelar di NTB, 27 cabor di NTT. Bisa jadi NTT tempat pembukaan, NTB sebagai tempat penutupan. Penutupannya out of the box, yakni di Sirkuit Mandalika, defile pasukan dan lain sebbagainya. Lain daripada yang lain. Itu luar biasa potensi kita ke depan,’’ terangnya. Pihaknya berterima kasih pada MGPA yang sudah menggelar 200 event tahun 2024. Untuk itu, MGPA perlu melihat berbagai peluang event yang ada, tidak hanya roda 2 dan roda 4, tapi juga roda 3 dan mobil antik,
‘’MGPA melobi PMKRI – Pecinta Mobil Kuno Republik Indonesia bisa didekati dan hanya muter-muter di Sirkuit Mandalika. Meski mobil tua, mesinnya sangat hebat Kepala Dispar bisa roadshow ke Jakarta melobi komunitas mobil untuk mengggelar acara di NTB. Jika dilarang di Jakarta untuk mobil tertentu, maka, peluang itu harus ditangkap dengan menggelarnya di Sirkuit Mandalika,’’ sarannya. Pihaknya juga meminta Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia berkoordinasi untuk menggelar kejurnas olahraga berprestasi, seperti kejurnas motocross, sehingga banyak pecinta otomotif yang datang ke NTB. ‘’Mau tidak mau kita sekarang menjadi destinasi sport tourism dengan menjual lintasan otomotif, lintasan pacuan kuda, lari atletik dan sebagainya, sehingga dari NTB ini akan lahir jago-jago lintasan, lebih lagi membranding NTB dengan kegiatan otomotif,’’ harapnya. (ham)


