spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMPOLITIKSurvei LSI Denny JA; Bang Zul Terkuat Tapi Masih Rawan Dikalahkan

Survei LSI Denny JA; Bang Zul Terkuat Tapi Masih Rawan Dikalahkan

Mataram (Suara NTB) –Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memaparkan temua hasil survei pilkada serentak tahun 2024 untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta pilkada 8 Kabupaten/Kota di NTB dihadapkan pengurus DPD I dan DPD II partai Golkar se NTB. Pemaparan hasil survei LSI Denny JA itu juga diikuti oleh seluruh kandidat bakal calon kepala daerah yang sudah mendapatkan surat tugas dari DPP Golkar.

Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menyampaikan untuk Pilkada NTB 2024, dari seluruh kandidat bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang muncul. Tidak ada satupun kandidat yang memiliki kekuatan elektabilitas sangat perkasa. Sehingga kontestasi pertarungan di Pilkada NTB 2024 ini, semua kandidat dinilai punya kans sangat terbuka untuk jadi pemenang.

“Untuk Pilkada Provinsi NTB masih sangat dinamis sekali. Artinya pertarungan di Pilkada NTB masih sangat terbuka,” ungkap Adjie Alfaraby kepada awak media usai memaparkan hasil survei kepada DPD partai Golkar NTB, di Mataram pada Rabu 12 Juni 2024

Adjie mengungkapkan hasil survei LSI Denny JA tahap pertama untuk Pilkada NTB. Figur terkuat dengan tingkat elektabilitas tertinggi masih ditempati oleh mantan Gubernur NTB periode 2018-2023, Dr. Zulkiflimansyah. “Dari hasil survei kita ini, bahwa pak Zulkiflimansyah sebagai calon petahana masih di posisi paling atas,” ungkap Adjie.

Namun demikian meski Politisi PKS yang akrab disapa Bang Zul itu menempati posisi elektabilitas paling tinggi. Adjie menyebutkan bahwa tingkat elektabilitas bang Zul tersebut belum terlalu memuaskan untuk ukuran seorang calon petahana, alias masih belum aman untuk mengunci kemenangan.

“Hasil ini bukanlah hasil yang menggembirakan untuk seorang petahana. Karena kita sering melakukan survei untuk seorang calon petahana itu sudah ada ukurannya pada angka tertentu. Jadi angkanya bukan angka ideal, yang kokoh untuk seorang petahana,” kata Adjie.

Dengan tingkat elektabilitas bang Zul pada angka yang dinilai masih kurang menggembirakan itu. Maka pertarungan pilkada NTB menjadi sangat dinamis, dan semua kandidat memiliki kesempatan yang terbuka untuk memenangkan pilkada NTB 2024.

“Jadi masih sangat terbuka pertarungan untuk NTB, dan kita lihat beberapa nama yang bisa jadi pesaing untuk petahana. Karena petahana di Provinsi NTB bukan pada angka ideal untuk seorang petahana, itu kata kuncinya. Sehingga petahana itu sendiri sudah membuka peluang untuk bisa dilawan, bahwa ada kans petahana bisa dikalahkan,” jelasnya.

Ketika diminta untuk mengungkap persentase angka hasil survei LSI Denny JA tersebut. Adjie mengaku pihaknya tidak bisa membuka secara detail hasil surveinya. Sebab mereka melakukan survei untuk kepentingan internal partai Golkar. Meski demikian Adjie menjelaskan rumusan seorang calon petahana dikatakan sangat kuat atau tidak.

“Untuk angka detail mohon maaf kita di LSI tidak bisa membuka karena data ini kita hanya berikan ke DPD Golkar. Tapi ukuran calon petahana yang ideal itu ada 2 syarat, minimal elektabilitasnya diatas 50 persen, atau selisihnya diatas 30 persen dengan yang lain. Nah kalau di NTB ini petahana belum ideal, tidak masuk kategori yang kokoh,” pungkasnya. (ndi)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO