spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBSinergi dan Kolaborasi Jaga Laju Inflasi, TPID Provinsi NTB Raih Penghargaan Berkinerja...

Sinergi dan Kolaborasi Jaga Laju Inflasi, TPID Provinsi NTB Raih Penghargaan Berkinerja Terbaik dari Presiden

Mataram (Suara NTB) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB meraih tiga penghargaan nasional sekaligus. TPID Provinsi NTB dinobatkan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik di Wilayah Nusamapua (NTB,NTT, Maluku dan Papua). Kemudian TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik di Wilayah Nusamapua diberikan untuk Kota Mataram, dan menjadi TPID Kabupaten/Kota Berprestasi 2024 di Wilayah Nusamapua untuk Kabupaten Lombok Barat. Tiga penghargaan tersebut diserahkan Presiden Jokowi kepada Pj. Gubernur NTB, Drs. H.

Lalu Gita Ariadi, M.Si, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana dan Pj. Bupati Lombok Barat, H. Ilham Rakornas Pengendalian Inflasi, 14 Juni 2024 di Istana Negara. Pj Gubernur NTB berharap prestasi TPID Award 2024 tersebut menjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi agar TPID Provinsi, kabupaten dan kota, tetap bekerja keras untuk mengendalikan inflasi. Begitu pula, komoditi barang kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau dengan daya beli masyarakat. “Anugerah ini sumber motivasi dan sumber inspirasi untuk bekerja. Kendalikan inflasi di daerah lebih baik lagi.

Insyaallah,” ungkapnya Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Drs. H. Wirajaya Kusuma MH yang ikut mendampingi Pj Gubernur dalam Rakornas tersebut mengatakan, penghargaan yang diterima Provinsi NTB kali ini merupakan kali ketiga, karena di tahun sebelumnya NTB mendapatkan penghargaan serupa. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi TPID NTB dan TPID kabupaten/kota dalam menjaga laju inflasi. “Alhamdulillah Provinsi NTB kembali meraih TPID Award yang ketiga kalinya. Luar biasa, pencapaian ini merupakan buah sinergi dan kolaborasi yang sangat baik dari TPID Provinsi NTB dan TPID Kabupaten/Kota se-NTB,” kata Wirajaya Kusuma, Jumat 14 juni 2024.

Untuk menjaga konsistensi kinerja TPID, pihaknya akan terus melaksanakan strategi 4 K yaitu menjaga ketersediaan stok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif dalam bentuk program dan kegiatan. Karena inilah yang menjadi kunci utama suksesnya meraih dan mempertahankan penghargaan TPID Award kedepannya.
“Begitu juga sinergi dan kolaborasi yang kuat dan baik antar Pemprov NTB dan Pemkab dan kota menjadi unsur utama dalam mewujudkan strategi 4 K” imbuh Wirajaya. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Winda Putri Listya mengatakan, TPID NTB juga menjalankan sejumlah program yang dikemas dalam “Tancapkan Gas” (Tanam Cabe Pelihara Ikan dan Unggas).

Program ini terdiri dari kegiatan Kampung Aneka Cabai , Kampung Unggas, Perbenihan Ikan, dan NTB Mall. Program ini merupakan implementasi dari strategi 4 K khususnya dari aspek ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga yang outputnya adalah terkendalinya angka inflasi NTB sebesar 3,02 persen (yoy) sesuai dengan target angka inflasi nasional tahun 2023 yaitu 3,0 ±1 persen. Presiden Jokowi saat memberikan arahan menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengendalian inflasi pangan, dengan didukung oleh Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Arahan Presiden Jokowi tersebut disampaikan guna terus menjaga inflasi agar tetap rendah, di tengah tantangan yang masih mengemuka.Presiden mengapresiasi Mendagri yang secara rutin melaksanakan rakor inflasi mingguan yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia. Hal ini dilakukan agar semua pihak menyadari pentingnya menjaga inflasi untuk kebaikan perekonomian. “Saya tahu setiap minggu oleh Mendagri diabsen satu per satu inflasinya berapa. Dibuka secara gamblang berapa angkanya, di provinsi ini, di kabupaten kota ini. Setiap saya ke daerah juga saya tanyakan berapa inflasinya berapa, pertumbuhan ekonominya berapa,” kata Presiden.

Menurutnya, jika inflasi nasional misalnya di angka 9,6 persen kemudian pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen, maka yang merasakan dampak buruknya adalah masyarakat. Di bulan Mei kemarin angka inflasi nasional 2,84 persen year on year dan menjadikannya salah satu inflasi terbaik di dunia. “Namun kita harus tetap waspada, hati-hati, tak boleh lengah. Tantangan kedepan tidak mudah,” pesannya. (ris)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO