spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaNTBKurangi Ketegangan saat Pelatda, Atlet PON NTB Diajak Nonton Film

Kurangi Ketegangan saat Pelatda, Atlet PON NTB Diajak Nonton Film

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 254 atlet NTB dari 43 cabang olahraga (cabor) sedang mengikuti pemusatan latihan daerah (pelatda) untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Mereka menjalani latihan yang keras dari pagi hingga sore dan tidak diperkenankan keluar saat malam. Ada yang sudah mengikuti pelatda selama 5 bulan dan ada juga yang mengikuti pelatda selama 3 bulan.

Terkait hal ini, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTB H. Mori Hanafi, menegaskan, jika pihaknya berusaha mengurangi ketegangan dan kejenuhan atlet yang sedang mengikuti pelatda. Salah satu bentuk upaya mengurangi ketegangan dan kejenuhan adalah dengan bersama-sama menonton film di bioskop. Seperti yang dilakukan, Kamis (20/6), atlet dari berbagai cabor bersama pelatih dan ofisial menonton film berjudul Ipar Adalah Maut, karya Hanung Bramantyo di CGV Cinema Transmart Mataram.

‘’Yang pertama atlet-atlet ini sudah melakukan pelatda selama 5 bulan. Ada sebagian yang baru memasuki latihan 3 bulan. Mereka sudah memasuki tahap-tahap yang jenuh. Karena mereka latihan pagi, istirahat siang, sore latihan lagi dan malam tidak bisa keluar. selama hampir 5 bulan. Jadi kita akan gelar semacam break untuk memberikan jeda pada mereka supaya ketegangan atlet turun sedikit, sehingga mereka bisa refresh dan lebih kuat lagi,’’ terang Mori Hanafi usai menonton bersama dengan atlet.

Selain nonton film bersama, tambahnya, pihaknya akan menggelar outbound pada akhir bulan Juli mendatang. Diakuinya, beban atlet dan juga KONI NTB pada PON Sumut-Aceh ini cukup berat, yakni mampu memenuhi target 20 medali emas. Sementara, waktu pelatda ini tidak lama, yakni 3 bulan lagi.

KONI NTB, tambahnya, terus memantau perkembangan pelatda dari cabor per cabor dan melihat durasi dan beban atlet, sehingga memutuskan dilakukan refreshing dengan menonton film bersama. ‘’Jadi mudah-mudahan setelah ini, latihannya lebih giat. Dan saat puncak latihan di bulan Juli akan dilakukan outbound. Jadi ini semacam hiburan ringan. Refreshing supaya terefleksi juga, karena mereka latihan gila-gilaan,’’ ujar anggota DPR RI terpilih Daerah Pemilihan NTB dari Partai Nasdem ini.

Diakuinya, ada beberapa atlet yang tidak bisa ikut refreshing, karena sedang menjalani pelatda di luar daerah. Bahkan, beberapa di antaranya seperti Lalu Muhammad Zohri, Nurul Iqomah sedang memperkuat Indonesia agar bisa lolos Olimpiade Paris.

‘’Yang sudah latihan di atas 5 bulan, performance-nya sudah di atas 80 persen. Sementara yang masuk pelatda bulan April performance-nya baru 60-70 persen. Mudah-mudahan saat PON nanti sudah di puncak performance,’’ ujarnya.
Diberangkatkan Awal September

Sekretaris KONI Provinsi NTB M. Nur Haedin, menambahkan, kontingen atlet PON NTB akan diberangkatkan pada awal September mendatang. Pihaknya akan memberangkatkan atlet, ofisial, pelatih ke Provinsi Sumut dan Aceh untuk mengikuti PON tanggal 6 dan 7 September. Sementara pembukaan PON dijadwalkan tanggal 8 September 2024.

‘’Kita berbagi ke dua provinsi. Aceh dan Sumut. Aceh itu hampir 8 kabupaten/kota tempat bertanding. Sementara di Sumut ada 3 kabupaten/kota,’’ terangnya.
Nantinya jumlah kontingen yang akan diberangkatkan cukup banyak. Untuk atlet sebanyak 254 orang, 85 pelatih dari 43 cabor. Pihaknya juga akan memberangkatkan ofisial dari unsur pemerintah, KONI, DPRD, termasuk sejumlah mitra yang akan melakukan observasi untuk persiapan NTB-NTT tuan rumah PON 2028.

‘’Misalnya yang kita observasi itu transportasi, konsumsi, akomodasi dan venue. Itu nanti kita akan berangkatkan beberapa mitra terkait untuk melakukan persiapan. Apalagi nanti ada serah terima bendera/pataka PON NTB-NTT saat penutupan tanggal 20 September,’’ terangnya. (ham)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO