Mataram (Suara NTB) – Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam & Kemuhamadiyahan (LP3IK) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menyelenggarakan acara Bedah Buku “Terampil Asah 2 Wajh Hafsh’an ‘Ashim Thariq Syatibiyah” dan Tasmi’ bersanad Matan As-Samanhudiyah, bersama Syekh Muhammad Ihsan Ufiq, LC., MA.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat di Auditorium H.Anwar Ikraman Ummat, dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pondok pesantren se-Kota Mataram dan se-Lombok Barat, Sabtu, 13 Juli 2024.
Ketua Panitia, Muhammad Sahril, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini mengundang 22 pondok pesantren, masing-masing mengirimkan lima perwakilan yang terdiri dari pengajar Al-Qur’an dan santri tahfiz. “Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkaya wawasan dan keterampilan dalam membaca, mengajarkan dan menghafal Al-Qur’an dengan riwayat yang mutawatir dan bersanad,” ungkapnya.
Rektor Ummat yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Ummat, TG. Dr. H. Zaenuddin, M.Pd.I., menyatakan, acara ini merupakan bagian dari komitmen Ummat untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an di Indonesia. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh ilmu dan inspirasi yang bermanfaat untuk diaplikasikan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Ummat, Drs. H. Gulam Abbas, M.Si., juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. “Saya sangat antusias menyambut kegiatan bedah buku yang langsung mendatangkan penulisnya yang luar biasa. Ini adalah sesuatu yang tidak biasa, dan semoga ini menjadi tradisi,” ujarnya.
Gulam Abbas mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata Ummat dalam mendukung pengembangan kapasitas pengajar Al-Quran dan santri tahfiz. Kegiatan ini diharapkan membawa berkah dan manfaat yang besar.
“Ke depan, orang-orang di universitaslah yang paling berperan untuk mengadakan perubahan-perubahan karena kampus adalah bagian dari agen perubahan, agen pengembangan, dan agen intelektual. Universitas itu memang tempatnya orang berpikir, tempatnya orang menuangkan kritik atas apa yang dipikirkan, dan seterusnya,” ujar Gulam Abbas.
Kegiatan ini dipandu langsung Kepala LP3IK Ummat, Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I., dengan penuh antusiasme dan profesionalisme. Sebagai moderator, Ia berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan menarik, sehingga para peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Kepala LP3IK Ummat juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi jembatan ilmiah antar kampus dan pondok pesantren.
Syekh Muhammad Ihsan Ufiq, LC., MA., dalam sesi bedah buku dan tasmi’ bersanad, memberikan pemaparan mendalam mengenai ilmu qiraat, yang merupakan ilmu yang mempelajari berbagai cara membaca Al-Qur’an. Ia memaparkan pentingnya memahami variasi qiraat untuk memperkaya bacaan dan meningkatkan kefasihan dalam membaca Al-Qur’an.
Ia menjelaskan dalam ilmu qiraat atau ilmu tajwid, sering kali satu kata dalam Al-Qur’an dapat dibaca dengan lebih dari satu cara atau “wajah”. “Yang ingin saya sorotkan dari buku ini adalah tentang ilmu qiraat. Dalam ilmu qiraat atau ilmu tajwid, ada kalanya satu kata bisa dibaca lebih dari dua wajah. Pemahaman terhadap variasi ini sangat penting untuk memperkaya bacaan kita dan untuk memahami makna di balik bacaan-bacaan tersebut,” jelas Syekh Muhammad Ihsan.
Ia juga menekankan bahwa mempelajari ilmu qiraat tidak hanya memperkaya bacaan Al-Qur’an tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana setiap variasi bacaan memiliki konteks dan signifikansi tersendiri. Dalam sesi ini, Syekh Muhammad Ihsan juga memberikan contoh-contoh praktis dari berbagai qiraat dan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam bacaan sehari-hari.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang interaktif, di mana para peserta dapat langsung bertanya dan berdiskusi dengan Syekh Muhammad Ihsan Ufiq mengenai berbagai aspek terkait hafalan dan pengajaran Alquran. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan positif yang diberikan. (ron)


