spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEHarganas NTB Ke 31 di Lotim, Pj Gubernur Prihatin, 90 Persen Penghuni...

Harganas NTB Ke 31 di Lotim, Pj Gubernur Prihatin, 90 Persen Penghuni Lapas Tahanan Kasus Narkoba

Selong (Suara NTB) – Senin, 29 Juli 2024 digelar Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 31 tingkat NTB di halaman Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim). Kegiatan ini dihadiri langsung Penjabat Gubernur NTB, Perwakilan BKKBN dan Bupati/Walikota se NTB. Pada momentum tersebut, Pj Gubernur, H. Hassanudin mengingatkan keluarga agar memerangi praktik penyalahgunaan narkoba dan judi online di NTB yang cukup mengkhawatirkan.

Pj Gubernur mengungkapkan, berdasarkan data jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan yang ada di NTB paling tinggi adalah masalah narkoba. “90 persen penghuni Lapas adalah penyalahgunaan narkoba,” ujarnya dengan nada prihatin.

Guna melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) NTB yang sehat dan kuat ke depan, maka harus  bebas dari narkoba. Lingkungan dan keluarga bebas dari narkoba. “Mari, katakan tidak pada narkoba, bagi yang belum mengenal jangan coba-coba mengenal narkoba dan yang sudah kenal segera tinggalkan,” pesan Pj Gubernur.

Begitu juga judi online. Kata Pj Gubernur juga jadi ancaman generasi muda. Kemajuan teknologi semestinya dapat dimanfaatkan positif dan jangan tergerus pada hal yang negatif. “Jangan terjerumus judi online, hal ini bisa terjadi pada semua untuk itu para orang tua, pimpinan ponpes dan semua masyarakat jangan judi online,” imbuhnya.

Pesan ini disampaikan Pj Gubernur dengan harapan dapat membangun SDM mulai dari lingkungan keluarga. Membangun SDM ini diakui cukup susah. Karena itu, dia mengajak mulai dari memperkuat peranan keluarga. “Jadilah keluarga yang berkualitas,” paparnya lagi.

Dalam rangka menyaipakan generasi menuju Indonesia emas dan NTB emas 2045. Pembangunan SDM menjadi kunci. Masalah stunting harus terus ditekan. Diyakinkan, dengan sinergi, inovasi dan kreativitas semua maka  NTB mampu siapkan SDM berkualitas dan berdaya saing. Percepatan penurunan stunting menjadi 14 persen relevan siapkan generasi emas.

Penjabat Bupati Lotim, HM Juaini Taofik mengatakan komitmennya untuk jadi tuan rumah Harganas ke 31 tingkat Provinsi NTB. Hal ini dianggapnya sebagai cemeti untuk penyemangat kejar ketertinggalan dalam pembangunan SDM. Pembangun non fisik lebih berat dan komplek daripada fisik.

Dalam kegiatan Harganas ini sudah dilaksanakan 11 kegiatan. Diantaranya.cegah anemia remaja. Cegah nikah anak. Workshop duta genre. Cerdas cermat pendamping keluarga. Seminar keluarga hebat.

Jalan sehat cegah stunting diikuti oleh remaja, bazar UMKM diikuti sepuluh Kabupaten Kota se NTB. Minggu lalu, juga sudah konvoi kendaraan boncengan suami istri.

Lotim angka nikah anak masih cukup tinggi. Upaya menekan stunting lebih bekerja keras lagi. “Tanpa sinergi tak mungkin hasilkan angka yang baik, dan kita berharap semakin harmonis dan rukun bersama keluarga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusdiklat BKKBN RI, Lalu Makrifudin mengemukakan Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juli. Peringatan ini mengingat para pejuang pada waktu itu menang agresi militer dan tanggal 29 Juli kumpul bersama keluarga.

Dalam membangun keluarga yang berkualitas, semua harus memahami peranan masing-masing. Ada ayah berperan sebagai suami. Ibu sebagai istri. Ada yang berperan sebagai anak. Kalau semua sadari peranan masing masing maka akan tercipta keluarga berkualitas.

Era sekarang di era digital. Dilihat di media, banyak terjebak judi online. Teknologi era digitalisasi tidak boleh membuat ketahanan keluarga terganggu. Tidak buat cerai. Teknologi harus dimanfaatkan untuk eratkan keluarga. Ciptakan keluarga harmonis dan keluarga.

NTB telah canangkan NTB emas 2045. Syarat capai generasi emas, generasi harus sehat. Tidak ada stunting. “Kalau otaknya seperti otak udang dan IQ lemah, maka Indonesia emas 2045 hanya hayalan, mari tekan angka stunting dengan melakukan intervensi serentak,” pesannya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO