spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEIPH NTB -0,25 Persen, Pemda Optimis Tetap Mampu Kendalikan Inflasi

IPH NTB -0,25 Persen, Pemda Optimis Tetap Mampu Kendalikan Inflasi

Mataram (Suara NTB) – Di Minggu ke-4 bulan Juli 2024, Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang menjadi proxy indikator dari inflasi dari data pemantauan harga yang dilakukan oleh Pemda menunjukkan bahwa IPH masih cukup rendah yaitu -0,25 Persen. Diharapkan angka inflasi NTB di bulan Juli 2024 tetap terkendali dan berada di bawah angka inflasi nasional.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H. Wirajaya Kusuma mengatakan, ada beberapa komoditas di NTB yang menyumbang deflasi karena harganya turun, seperti misalnya bawang merah. Hal ini tak terlepas dari status NTB sebagai salah satu sumber bawang merah di Indonesia.

“Indeks Perkembangan Harga kita kan minus 0,25 persen di minggu ke IV ini. Penyumbangnya ada beberapa komoditas, misalnya bawang merah. Dia deflasi,” kata Wirajaya Kusuma kepada Suara NTB usai menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi yang berlangsung, Senin, 29 Juli 2024.

Dari tujuh kabupaten yang mencatatkan IPH, hanya Kabupaten Lombok Timur yang sedikit mengalami kenaikan IPH di bulan Juli 2024 yaitu sebesar 1,36 persen yang disumbang oleh cabai rawit, minyak goreng serta telur ayam ras.

Wirajaya mengatakan, terkait dengan harga beras yang dikhawatirkan akan merangkak naik di bulan Agustus mendatang, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki oleh Bulog cukup besar yaitu sekitar 46 ribu ton. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkait dengan cadangan beras di daerah ini.

“Kalau aspek ketersediaan sudah tak ada masalah kita. Cuma HPP yang naik, ini kan merata secara nasional. Tapai kalau masalah ketersediaan kita aman, bahkan kita memiliki cadangan yang terbesar,” kata Wirajaya.

Untuk diketahui tingkat inflasi pada bulan Juni 2024 terjaga di angka 2,12 persen (y-o-y). Provinsi NTB termasuk dalam 10 besar provinsi dengan tingkat inflasi terendah atau posisi ke tujuh.

Sementara itu Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI Pudji Ismartini mengatakan, rilis inflasi bulan Juli 2024 akan disampaikan di awal Agustus mendatang. Secara historis, inflasi bulan Juli disebabkan oleh komponen harga bergejolak seperti cabai rawit, cabai merah, tomat, bawang merah, bawang putih dan dan daging ayam ras.

“Jadi secara umum komoditas yang memberi andil inflasi di bulan Juli sejak 2020 – 2023 yaitu cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, tomat dan daging ayam ras,” kata Pudji Ismartini.(ris)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO