Mataram (Suara NTB)- Dinas Perdagangan Provinsi NTB mengakui harga beras sedikit mengalami kenaikan di daerah ini, baik beras premium dan medium. Namun beras SPHP yang digelontorkan oleh Bulog tidak mengalami kenaikan di masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, harga beras di NTB masih dalam kategori stabil. Jika ada sedikit kenaikan harga beras medium dan premium, itu bagian dari keuntungan yang diraih petani.
“Yang naik ini adalah yang medium dan premium. Yang medium naik sekitar 200 rupiah. Ini masih stabil menurut kita karena jangan lupakan biaya produksi petani. Kita juga tak boleh terlalu menekan hargfa sehingga petani menjadi rugi,” kata Baiq Nelly Yuniarti kepada Suara NTB Selasa 30 juli 2024.
Nelly memastikan bahwa stok beras saat ini di NTB masih tercukupi. Adapun di bulan Agustus yang dikhawatirkan akan terjadi kenaikan harga beras, Nelly mengatakan bahwa pemerintah pusat telah melakukan antisipasi yaitu dengan melakukan impor beras.
“Meskipun kondisi kemarau, kita masih ada cadangan pangan. Dan kita tak bicara hilir saja, selalu kalau bicara harga itu hilir. Tapi kita sudah harus mulai bicara hulunya, bagaimana proses pertanian kita. Teknologi pertanian kita sudah mulai jalan tidak untuk menekan biaya produksi dan bisa bersaing dengan pasar lur,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H. Wirajaya Kusuma mengatakan, terkait dengan harga beras yang dikhawatirkan akan merangkak naik di bulan Agustus mendatang, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki oleh Bulog NTB cukup besar yaitu sekitar 46 ribu ton. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkait dengan cadangan beras di daerah ini.
“Kalau aspek ketersediaan sudah tak ada masalah kita. Cuma HPP yang naik, ini kan merata secara nasional. Tapai kalau masalah ketersediaan kita aman, bahkan kita memiliki cadangan yang terbesar,” kata Wirajaya.
Harga beras terpantau naik di 120 kabupaten/kota se Indonesia. Adapun di NTB terpantau naik di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara. Harga beras medium antara Rp12.524 hingga Rp14.000 per kg, sementara beras premium antara Rp13.00 hingga Rp15.500 per kg. Adapun beras SPHP Rp12.214 per kg.
Dikutip dari keterangan resmi Bulog, saat ini, Perum Bulog mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras dari Kementerian Perdagangan, sebesar 3,6 juta ton pada tahun 2024. Pada periode Januari-Mei 2024, jumlah impor sudah mencapai 2,2 juta ton. Impor dilakukan oleh Perum Bulog secara berkala dengan melihat neraca perberasan nasional dan mengutamakan penyerapan beras dan gabah dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menegaskan tak ada penambahan impor meskipun akan ada momentum Pilkada serentak di akhir tahun nanti. Menurutnya, pilkada itu tak akan banyak merubah supplay dan demand beras. Bulog juga berkomitmen terus membanjiri pasar untuk menjaga harga di agenda pesta rakyat itu.(ris)


