Giri Menang (Suara NTB) – Capaian Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Desa Sembung Kecamatan Narmada Lombok Barat hampir 100 persen. Jumlah capaian ini pun melampaui target. Selain itu, dari sisi kasus Stunting Pemdes setempat juga mampu menekan cukup signifikan. Hal ini berkat intervensi yang dilakukan Pemdes setempat.
Kepala Desa Sembung H. Ali Abdul Syahid, S.Adm., menerangkan pihaknya berhasil menurunkan angka kasus stunting di desanya. Dari jumlah anak di desanya sebanyak 360 anak, terdeteksi anak yang terkena stunting awalnya 80 anak bisa diturunkan menjadi 54.
“Bisa kami turunkan menjadi tersisa anak yang stunting 54-55, di bulan Juni kemarin. Kami terus upayakan intervensi semaksimal mungkin melalui pembagian PMT (pemberian makanan tambahan),” katanya, Â kemarin.
Menurutnya, jika dihitung persentase stunting di desanya, tersisa sekitar 15 persen. Sedangkan angka kasus stunting kabupaten sebesar 12 persen. Ditargetkan tahun ini bisa ditekan di bawah dua digit. Pihaknya berupaya melakukan intervensi penanganan stunting ini melalui pembagian PMT bagi warga sasaran. Per tahun pihaknya mengalokasikan DD untuk PMT sebesar Rp30 juta. Selain itu, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap warga kurang gizi kurang, karena itu bisa menyebabkan stunting naik lagi.
Pihaknya pun terus mengajak para kepala dusun dan kader posyandu untuk maksimal berikan perhatian dan monitor terhadap program dari Pemda maupun desa. Selain stunting, pihaknya juga memaksimalkan pengawalan program pusat PIN imunisasi Polio. Pelayanan periode atau tahap I, capaian imunisasi melampaui target. ,”Alhamdulillah capaian sudah mencapai 94 persen imunisasi tahap I,” jelasnya.
Di 11 desa di wilayah sasaran Puskesmas Narmada, capaian rata-rata tinggi hampir 100 persen melalui kegiatan sweeping yang berlangsung 4-5 hari ke depan. Kalau ditambah dengan sweeping ini diyakini mencapai 100 persen.
Pihak desa mendukung program PIN ini, baik oleh jajaran pemdes, kepala dusun, perangkat, tim puskesmas dan kecamatan, sehingga kendala di lapangan bisa diminimalisir atau diatasi. Pihak desa juga jauh sebelum kegiatan ini, memberikan edukasi dan penyadaran melalui para kepala dusun, tokoh serta segenap pihak, sehingga warga sadar tentang imunisasi polio ini. Pihaknya bekerja sama dengan puskesmas menyasar yang difokuskan di posyandu, PAUD dan MI. “Alhamdulillah di paud bisa 100 persen,”ujarnya.
Diakui tantangan dihadapi dalam pelayanan imunisasi ini, ada beberapa warga tidak mau anaknya di vaksin. Ia tak tahu apa alasannya. (her)


