Mataram (Suara NTB) – Semangat perdamaian dan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman semakin menguat di SMAN 5 Mataram. Pada Senin 29 juli 2024 pagi, seluruh siswa, guru, dan staf turut serta dalam Apel Ikrar Anti Kekerasan yang berlangsung khidmat.
Acara yang dirangkaikan dengan upacara bendera ini menjadi momen penting bagi seluruh warga sekolah untuk bersatu padu dalam memerangi segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh siswa dalam mengikuti kegiatan ini.
“Apel ikrar ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat lebih peka terhadap isu kekerasan dan berani mengambil tindakan untuk mencegahnya. Selain itu, apel ikrar ini juga menjadi langkah awal dalam membangun karakter siswa yang kuat, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam ikrar yang diucapkan bersama-sama, siswa-siswi SMAN 5 Mataram menyatakan tekad mereka untuk menghindari kekerasan: Siswa berjanji untuk menjauhi segala bentuk kekerasan, kejahatan, dan penyimpangan seksual. Menolak tindakan merendahkan: siswa berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan yang menyakiti, merendahkan, atau menghilangkan martabat orang lain.
Siswa juga bertekad menjadi pelopor perdamaian: Siswa akan mengajak teman-teman sebayanya untuk bersama-sama menolak kekerasan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Siswa juga bertekad meminta pertolongan: siswa akan berani melaporkan segala bentuk kekerasan yang terjadi pada diri sendiri atau orang lain. Serta, menjadi generasi berakhlak mulia: Siswa bertekad untuk menjadi generasi muda yang berakhlak mulia, membanggakan orang tua, dan berguna bagi bangsa. (ron)


