spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATLobar Targetkan Bebas dari Status KLB DBD

Lobar Targetkan Bebas dari Status KLB DBD

Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat menargetkan segera keluarĀ  atau bebas dari status KLB (Kejadian Luar Biasa) Demam Berdarah Dengue (DBD). Ditargetkan, kasus terus ditekan hingga 5 kasus temuan baru per minggu, sehingga bulan ini bisa bebas dari KLB DBD tersebut. Sejauh ini dari 20 Puskesmas, 14 sudah nol temuan kasus DBD sedangkan sisanya 6 puskesmas masih ada temuan, namun tidak signifikan.

Kepala Dikes Lombok Barat, Arief Suryawirawan mengatakan Pemkab sudah melakukan evaluasi KLB DBD dipimpin Pj Bupati H. Ilham. Di mana dari hasil evaluasi, dua bulan terakhir kasus DBD terus menurun. Hingga akhir bulan Juli, situasi kasus DBD Lobar sudah terkendali dari sisi ilmu epidemiologi. Artinya warga sudah tak terlalu resah. “Kita sedang cari momen untuk mencabut KLB DBD, mudah-mudahan dengan hasil pertemuan kemarin dan arahan pak pj Bupati mengajak semua camat, Kapus untuk intensifikan lagi PSN,” kata Arief.

Diakui, PSN sedikit kendor karena bersamaan dengan kegiatan imunisasi polio sehingga kembali digalakkan lagi setelah dilakukan PIN. “Mudahan bisa setelah selesai tahap kedua (bulan ini) bisa dicabut KLB,” ujarnya. Terdapat enam indikator status KLB dicabut, dari enam indikator itu yang belum bisa dicapai yakni kasus baru dalam seminggu (per pekan) lebih dari 5. Di mana jumlah kasus sempat naik karena mulai dilaksanakan PIN sehingga pelaksanaan PSN sedikit kendor. Karena itu PJ Bupati meminta agar diaktifkan lagi PSN, mudah-mudahan 10 hari kedepan bisa turun lagi kasusnya.

Lebih dirincikan, kasus baru per pekan sempat mencapai 10 kasus pada minggu sebulan terakhir, turun menjadi 7 kasus pada minggu kedua Juli. Namun naik lagi kasus baru pada Minggu ketiga bulan Juli mencapai 16 kasus. “Tapi pada Minggu ke empat bulan Juli turun lagi menjadi 9 kasus,” ujarnya. Kalau melihat angka kasus bulanan, dari Mei kasus sempat tinggi mencapai 207 kasus, turun signifikan pada bulan Juni hingga 137 kasus dan turun lagi pada JuliĀ  menjadi 42 kasus.

Kemudian dilihat dari kasus per Puskesmas, dari 20 Puskesmas terdapat 14 Puskesmas Nol temuan kasus yakni Puskesmas Banyumulek, Dasan Tapen, Eyat Mayang, Gerung, Gunungsari, Jakem, Kediri, Lingsar, Meninting, Narmada, Pelangan, Penimbung, Sedau dan Sesela. Sedangkan terdapat enam puskesmas yang masih ditemukan kasus DBD, di antaranya Puskesmas Sigerongan, Perampuan, Kuripan, Labuapi, Sekotong dan Suranadi.

Puskesmas yang masih ada ditemukan kasus DBD ini, pihaknya menekankan agar berkoordinasi dengan Desa maupun Kecamatan untuk sama-sama gencarkan PSN. Sementara puskesmas yang nol temuan diminta untuk mempertahankan. Terkait logistik penanganan didukung Ā Pemkab maupun Pusat melalui Kemenkes. “Abate terus kita kasih,” ujarnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO