Dompu (Suara NTB) – Kecamatan Pajo langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba dan berstatus siaga kekeringan. Tahun 2024 ini, Dinas PUPR Kabupaten Dompu menyiapkan air sumur dalam untuk kebutuhan air bersih warga di Desa Ranggo Kecamatan Pajo.
Pengadaan air bersih yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 dengan pagu anggaran sekitar Rp1,3 miliar ini digunakan untuk penyiapan sumur bor dalam, bak penampung air dan jaringan perpipaan bagi warga sekitar. Program ini juga menjadi salah satu dari 10 program strategis pembangunan Kabupaten Dompu tahun 2024.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Aris Ansyari, ST, MT saat dikonfirmasi, Selasa, 17 September 2024 “Alhamdulillah, pengeborannya sudah berhasil dan ada airnya. Sekarang pengerjaannya tinggal perpipaan dan penyiapan bak penampungnya. Karena rencananya, pengaliran menggunakan sistem gratifikasi,” ungkap Aris Ansyari.
Dikatakan Aris, wilayah Ranggo merupakan daerah yang sulit dibor untuk sumur dalam. Hal itu yang menyebabkan warga setempat selalu menjadi langganan kekeringan dan selalu disuplai air bersihnya ketika musim kemarau. Walaupun hasil pengetesan potensi air dengan alat geolistrik menunjukan potensi airnya ada. Tapi jenis batuan dan struktur tanahnya, itu yang ndak bisa diukur. “Tapi di beberapa tempat, berhasil dibor sumurnya,” jelasnya.
Untuk penanganan air bersih di wilayah lain, Aris mengaku, menerapkan sistem bottom up dalam penanganan kesulitan air bersih. Suara – suara rakyat yang menuntut air bersih, langsung disiapkan dengan perencanaan dan penganggarannya. “Dengan sistem ini, kita berhasil memotret kebutuhan warga sesungguhnya. Beda halnya ketika kita menggunakan pola bertanya kebutuhan air kepada warga. Mereka pasti akan menjawab butuh, walaupun di daerah itu belum urgen,” katanya.
Dengan pola ini, beberapa masalah air bersih dalam kota berhasil ditangani dalam satu – dua tahun terakhir. Seperti di wilayah Simpasai, Ginte, Balibunga, Dorotangga dan daerah lainnya. Untuk wilayah Nowa, saat ini tengah dilakukan pengeboran air bersih. Tapi masih terkendala alat bor yang belum berhasil tembus ke air dalam.
Terkait sumur bor dalam di Kelurahan Bali, Aris mengaku, proses pengalirannya masih terkendala jaringan perpipaan PDAM. Banyak jaringan perpipaan rusak dan tidak mendukung air sumur dalam. Karena jaringan air bersih PDAM di Bali dan sekitarnya, lama tidak diairi air PDAM dan membuat warga menyambung sendiri perpipaannya. “Ketika ada dukungan sumber air dari sumur dalam, justru pipanya banyak yang rusak. Jadi buka tidak ada airnya (sumur dalam),” kata Aris.
Kabupaten Dompu termasuk daerah yang terdampak kekeringan di musim kemarau. BPBD Kabupaten Dompu terus menyalurkan air bersih kepada warga yang meminta air bersih melalui Desa. Untuk penyiapan sumur dalam dan jaringan perpipaan sebagai penanganan kekeringan, menjadi tanggungjawab Dinas PUPR dan Dinas Pertanian untuk kebutuhan pertanian. (ula)


