Mataram (Suara NTB) – Sampai dengan bulan September 2024, sebanyak 687,83 hektare hutan dan lahan yang terbakar di seluruh wilayah NTB. Puncak kebakaran terjadi pada bulan Agustus lalu dengan total Kebakaran Lahan Hutan (Karhutla) mencapai 381 hektare.
Tahun lalu, berdasarkan data yang dirilis oleh KLHK melalui website SiPongi, diketahui luas lahan dan hutan NTB yang terbakar mencapai 66.716 hektare. Sehingga, dikatakan tahun ini, sampai dengan bulan September 2024, jumlah Karhutla yang terjadi di NTB belum seluas tahun lalu.
Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Mursal, S.P., M.Si mengatakan di tahun ini, luas kebakaran hutan tidak seperti tahun sebelumnya. Hal ini karena penanganan kebakaran hutan di wilayah NTB sudah dimonitori menggunakan satelit, yang mana ketika terdapat titik api, petugas bisa langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan kobaran tersebut.
“Tahun ini Alhamdulillah kebakaran hutan masih kecil-kecil saja, lebih banyak kebakaran lahan,” ujarnya kepada Suara NTB.
“Kami melakukan monitoring melalui satelit, namanya SiPongi. Dimana ditemukan titik api dilakukan ground chek dan pengendalian langsung di lapangan,” sambungnya.
Luasan hutan NTB yang terbakar seluas 566 hektare, didominasi oleh kebakaran di kawasan Rinjani, Kabupaten Lombok Timur yang mencapai 430,93 hektare. Sementara, untuk luas kebakaran lahan di NTB mencapai 122,41 hektare. Kebakaran lahan banyak terjadi di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, yaitu mencapai 27,82 hektare.
“Kemarin di Sembalun, di Bukit Anak Dara mencapai 286 hektare. Kemudian kalau dikalkulasi dengan tempat lain, dari ujung Sape sampai dengan Sekotong itu sporadik saja orang-orang yang membakar sampah untuk membersihkan lahan persiapan tanam musim hujan,” jelasnya. (era)



