Selong (Suara NTB) – 85 persen warga Desa Wakan belum mendapatkan akses air bersih, khususnya warga Dusun Klotok, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru. Dari 3.700 lebih Kepala Keluarga (KK) di Desa Wakan, dengan 10.116 jiwa penduduk desa tersebut, hanya sedikit yang bisa merasakan air bersih dengan gratis.
Karena tidak adanya sumber air di dusun tersebut, beberapa warga terpaksa bertayamum untuk menyucikan diri dan menghilangkan hadas kecil sehingga bisa melaksanakan salat.
Akibat kekeringan berbulan-bulan yang dialami oleh warga di Desa Wakan, program Jelajah Timur Plan Indonesia memilih desa ini sebagai salah satu desa yang akan diberikan bantuan air bersih. Yang mana warga akan dibuatkan sumur bor sebagai sumber air masyarakat yang ada di desa tersebut.
Kepala Desa Wakan, Sirajul Basri mengatakan kekeringan yang menimpa Desa ini berdampak pada terbatasnya pemenuhan air bagi masyarakat. Bahkan untuk berwudhu pun diganti dengan bertayamum.
“Kita sekarang ini kekurangan air, bukan berarti tidak ada. Sesuai ajaran Islam karena di Lombok ini kan pulau seribu masjid, jadi dalam fiqih mengatakan kalau tidak ada air boleh bertayamum, tapikan nanggung juga kalau menggunakan debu,” ujarnya.
Ia berharap, dengan kedatangan Plan Indonesia ke Desa Wakan mampu memberikan bantuan air seperti yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya bagi masyarakat Dusun Klotok.
Ia mengatakan, sudah ada beberapa titik sumur bor yang ada di Desa Wakan, namun karena mesin bor dan pipa yang tidak memadai sehingga air tersebut tidak bisa disalurkan kepada warga.
Untuk saat ini, satu-satunya cara warga Dusun Klotok mendapat air bersih adalah dari truk tangki, yang mana warga dibatasi hanya boleh mengambil 150 liter air untuk seminggu. 150 liter air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan sebagainya. Sementara untuk kebutuhan air minum, warga membeli air isi ulang dengan harga Rp5 ribu per galon. (era)

