spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMKarena Kurangnya Pengawasan

Karena Kurangnya Pengawasan

WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati mengaku prihatin dengan kasus kekerasan pada anak di Kota Mataram. Seperti diketahui, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram, dari Januari-Oktober 2024 menangani 40 kasus kekerasan terhadap anak.
Sebanyak 40 kasus kekerasan anak itu saat ini masih dalam proses pendampingan.

Mirdiati menilai, maraknya kasus kekerasan pada anak, karena kurangnya pengawasan. ‘’Ini kita sangat sayangkan,’’ katanya kepada Suara NTB melalui pesan WhatsApp kemarin. Kekerasan pada anak, tidak hanya terjadi di luar sekolah, tapi juga di dalam sekolah. Dia mencontohkan, dalam lingkungan sekolah masih banyak anak menjadi korban kekerasan.

Seperti dibully, hingga pelecehan. Kondisi ini, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, membutuhkan pengawasan ekstra, agar kasus kekerasan pada anak tidak terus bertambah.

Dikatakan Mirdiati, untuk menekan angka kekerasan pada anak, peran orangtua dan juga keluarga, sangat diharapkan untuk melakukan pengawasan di luar jam sekolah. Dia yakin, kasus kekerasan pada anak ini, adalah fenomena gunung es.

‘’Kasus kekerasan ini, hanya sebagian yang berani melapor, karena takut dan lain sebagainya. Padahal, laporan dari masyarakat yang sangat  diharapkan sehingga bisa diproses dan ditindaklanjuti. Politisi Partai Gerindra ini menyarankan di sekolah perlu ada kamera pengawas atau CCTV.

Selain itu, sambung Mirdiati, harus ada guru pendidik khusus yang ditugasi untuk memantau siswa siswi. ‘’Sehingga anak-anak kita nyaman dan aman di dalam sekolah. Tidak ada yang dibully. Karena terkadang anak-anak tidak berani sekolah karena merasa ketakutan,’’ ungkapnya.

Mirdiati mengimbau kepada masayarakat agar jangan pernah takut untuk melapor apabila anaknya menjadi korban kekerasan.  ‘’Kita berharap angka kekerasan pada anak menunjukkan tren penurunan,’’ katanya. Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Mataram, jumlah kekerasan terhadap anak yang ditangani saat ini meningkat sebanyak 10 kasus jika dibandingkan data Agustus 2024 jumlah kasus kekerasan terhadap anak tercatat sebanyak 30 kasus.

Kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Mataram selama ini didominasi dengan tiga jenis yakni kekerasan seksual, penelantaran anak,dan perundungan (bullying). (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO