spot_img
Minggu, Februari 22, 2026
spot_img
BerandaEKONOMITanam Mangrove, Transpalantasi Karang dan Lepas Tukik, Bank NTB Syariah Perkuat Pariwisata...

Tanam Mangrove, Transpalantasi Karang dan Lepas Tukik, Bank NTB Syariah Perkuat Pariwisata Bahari Pulau Lampu Lotim

Selong (Suara NTB) – Bank NTB Syariah melaksanakan tanggung jawab sosial dengan memperkuat destinasi wisata bahari diĀ  Pulau Lampu, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) denganĀ  melakukan pelestarian kembali tanaman mangrove, transpalantasi karang, hingga pelepasan tukik.

Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, 26 Oktober 2024. Bank NTB Syariah bekerja sama dengan Yayasan Komite Pengelolaan Perikanan Laut (KPPL), dan Angkatan Laut Pos setempat.

Di sekitar Gili Lampu atau yang juga disebut sebagai Gili Petagan, menawarkan pesona alam yang memukau dan suasana yang tenang.

Pulau Lampu dalam beberapa tahun terakhir kerap dikunjungi wisatawan asing untuk menyelam, berenang, memancing, dan berkemah. Pulau Lampu adalah destinasi wisata yang cocok bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam yang masih asli.

Suyatno, Ketua KPPS Sambelia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank NTB Syariah yang sangat peduli terhadap pelestarian laut, khususnya di sekitar Gili Lampu.

Tahun 2023 lalu, menurutnya Bank NTB Syariah menyiapkan sebanyak 10.000 bibit mangrove dan sudah ditanam. Tahun ini, ditambah sebanyak 1.000 bibit mangrove untuk menyulam kembali mangrove-mangrove yang mati. Ditambah lagi pelepasan sejumlah media transpalantasi karang yang ditempatkan sekitar 50 meter dari pesisir pantai Pulau Lampu. Ada juga pelepasan tukik untuk menjaga kelestarian habitat penyu lekang dan penyu sisik di perairan ini.

ā€œKami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya karena Bank NTB Syariah sangat peduli dan sudah kedua kalinya membantu pelestarian ekosistem kawasan pesisir di sini,ā€ tambahnya.

Menurut Suyatno Gili Lampu semakin banyak didatangi oleh wisatawan domestik dan asing. Mereka biasanya melakukan sejumlah aktivitas wisata. Dari menyelamĀ  dan berenangĀ  untuk melihat keindahan bawah laut Gili Lampu.

Kehadiran wisatawan ini cukup membantu perkembangan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di kawasan Sambelia. Lapak-lapak pedagang bertumbuh. Usaha ikutan lainnya seperti transportasi, penyewaan perahu, penyewaan alat-alat renang dan menyelam, dan betumbuhnya home stay.

ā€œHarapan kita kedepan kegiatan pelestarian ini tetap didukung. Supaya tidak terjadi kepunahan biota laut di sekitar sini. Dengan penanaman mangrove ini bisa mendatangkan lebih banyak potensi ikan, kepiting, rajungan, dan kegiatan ekonomi pariwisata lokal,ā€ tandasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bank NTB Syariah, Gede Wira Dharma menyampaikan, Bank NTB Syariah juga bertanggung jawab untuk ikut mendukung pelestarian mangrove, terumbu karang, dan biota laut lainnya khususnya di sekitar Pulau Lampu.

ā€œKarena disini sudah menjadi destinasi wisata, dan sudah banyak dikungjungi wisatawan, tempat ini menjadi perhatian Bank NTB Syariah untuk didukung pelestarian lautnya secara berkelanjutan,ā€ katanya.

Harapannya, masyarakat sekitar juga mendukung dengan turut menjaga dan merawat mangrove yang sudah ditanam. Menjaga terumbu karangnya dengan tidak menambatkan kapal secara sembarangan, serta menjaga kelestarian penyu dengan tidak menangkap telur dan penyunya untuk konsumsi.

ā€œKarena tidak semua tempat memiliki potensi seperti di sini. Semoga dengan kegiatan ini, rantai ekonomi masyarakat sekitar semakin bergerak,ā€ demikian Dharma.(bul/*)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO