spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWARSUD Sumbawa Sisakan Utang Rp51 Miliar di Sejumlah Rekanan

RSUD Sumbawa Sisakan Utang Rp51 Miliar di Sejumlah Rekanan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa, masih menyisakan utang senilai Rp51 miliar di sejumlah rekanan, utang tersebut merupakan utang yang terjadi tahun 2022 lalu.

“Saat ini posisi utang RSUD masih di angka Rp51 miliar dari sebelumnya di angka Rp79 miliar dan kami tetap berkomitmen untuk menuntaskan utang tersebut, ” kata Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harga kepada Suara NTB, Kamis, 5 Desember 2024.

Dokter Mega, meyakinkan utang tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai direktur RSUD karena dirinya baru menjabat di tahun 2024. Meski demikian, dirinya tetap berkomitmen untuk menuntaskan utang rumah sakit milik daerah tersebut.

“Utang lama itu (2022, red) dan di tahun 2023 – 2024 dr. Nieta dan saya sudah mulai mencicil Utang tersebut dengan bantuan Pemda melalui kucuran APBD, ” ujarnya.

Dirinya pun berkomitmen, pembayaran secara bertahap atas utang pada penyedia jasa (Vendor) itu akan dibayarkan secara mencicil. Karena jika dibayarkan sekaligus maka akan mengganggu operasional rumah sakit.

“Kita cicil, karena tidak mungkin kami bayarkan sekaligus karena pasti akan terganggu operasional rumah sakit dan kami tegaskan utang itu tetap akan kami bayar,” tegasnya.

Selain utang pada vendor lanjut dr. Mega, RSUD juga masih memiliki kewajiban untuk membayar Jasa Pelayanan (Jaspel) tahun 2023 lalu bagi seluruh karyawan. Bahkan untuk jaspel angkanya ditaksir mencapai belasan miliaran rupiah.

“Jaspel juga akan kita bayar dan akan kita selesaikan secara bertahap. Kami juga meminta seluruh karyawan untuk bersabar dan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tupoksi masing-masing,” Jelasnya.

Menurutnya, sebagai orang baru memimpin RSUD Sumbawa, dirinya bertekad dan berkomitmen untuk berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Ia juga berkomitmen untuk menciptakan wilayah yang bebas dari korupsi serta menciptakan wilayah bebas bersih melayani (WBK/WBBM).

“Kami sangat bersyukur kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Sumbawa sudah mulai normal dan sektor pelayanan juga terus kita benahi, ” tukasnya. (ils)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO