spot_img
Jumat, Februari 28, 2025
spot_img
BerandaNTBSelain Punya Nilai Ekonomi, Kemiri Bisa Jadi Agen Reboisasi dan Penghijauan di...

Selain Punya Nilai Ekonomi, Kemiri Bisa Jadi Agen Reboisasi dan Penghijauan di NTB

Mataram (Suara NTB) – Buah kemiri tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Sebab kini kimiri tak hanya untuk bumbu dapur semata, melainkan sudah bisa diekspor ke mancanegara. Karena ada potensi ekonomi yang besar pada budidaya buah kemiri ini, Pemprov NTB mengajak masyarakat dan semua pihak untuk sama-sama member perhatian pada penanaman pohon kemiri.

Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi saat melepas ekspor kemiri dalam rangka mendukung pengembangan UMKM Provinsi NTB yang berlangsung di gedung Bank Indonesia Perwakilan NTB, Senin, 13 Januari 2025 mengatakan, pohon kemiri bisa menjadi agen reboisasi dan penghijauan di Provinsi NTB lantaran memiliki manfaat yang besar bagi lingkungan dan ekonomi.

“Ini bisa menjadi agen reboisasi dan penghijauan. Kemiri memiliki pasar yang luas, tak hanya dalam negeri, namun luar negeri. Kemiri bukan sesuatu yang sia-sia,” ujar Sekda NTB saat melepas ekspor kemiri ke Jeddah Arab Saudi.

Ia mengatakan, kemiri memiliki permintaan yang tinggi di luar negeri, karena selain ke Jeddah, kemiri asal NTB dibidik oleh pasar Jepang. Eksportir asal NTB pun sudah siap-siap mengirim kemiri ke negeri sakura tersebut dengan jumlah permintaan yang cukup banyak.

“Permintaan tinggi, sehingga masyarakat harus terobsesi menanam kemiri. Ini juga bagian dari ikhtiar mencegah deforestasi,”ujarnya.

Untuk diketahui, perusahaan yang mengekspor kemiri di NTB saat ini yaitu PT. Mujnah Kemiri Lombok, UMKM kemiri binaan Bank Indonesia. Ekspor kali ini kurang lebih sebanyak 20 ton dengan nilai Rp790 juta. Mujnah, pemilik PT Mujnah Kemiri Lombok mengatakan, selain memenuhi permintaan buyer di Jeddah, ia juga sudah menjalin kerjasama pemasaran dengan buyer di Jepang. Selain itu, ada juga permintaan dari Inggris, New Zealand dan Hongkong. Termasuk permintaan buyer lainnya dari Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan makan saat haji.

Mujnah mengatakan, kemiri yang dikupas dan dikemas ini dipasok oleh petani dan pengepul kemiri yang ada di Lombok, dan Pulau Sumbawa. Untuk memenuhi permintaan yang cukup banyak dari luar negeri, rencananya ia akan ekspansi mencari pasokan bahan baku kemiri dari NTT.

Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Berry Arifsyah Harahap, menjelaskan bahwa agenda pelepasan ekspor ini merupakan hasil dari berbagai upaya bersama, diantaranya fasilitasi studi dengan UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang telah berhasil melakukan ekspor.

Kemudian koordinasi dengan calon pembeli luar negeri untuk menentukan standar produk dan kemasan, pelatihan peningkatan mutu dan pengolahan kemiri sesuai standar ekspor, dimulai dari perubahan mindset pelaku usaha dari yang sebelumnya menggunakan metode rebus, menjadi jemur sehingga lebih awet untuk pengiriman jarak jauh.

BI juga melakukan pendampingan dalam legalitas usaha, sertifikasi, perizinan ekspor, hingga pelaksanaan business matching dan pelepasan ekspor serta dukungan alat/ sarana prasarana produksi dalam rangka peningkatan kapasitas dan kualitas produksi.

“Kedepannya, penjualan produk kemiri juga akan terus diperluas, salah satunya ke negara Jepang dan New Zealand yang diinisiasi dengan rencana pengiriman sebanyak tiga ton pada triwulan I 2025. Sejalan dengan potensi produksi yang tinggi, didukung komitmen berbagai stakeholders yang kuat, Bank Indonesia telah menambahkan komoditas kemiri sebagai salah satu komoditas unggulan dalam Presentation Book Triwulan I 2025 yang akan diluncurkan pada bulan Maret 2025” ujar Berry Arifsyah Harahap.(ris)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -








VIDEO