spot_img
Sabtu, Februari 22, 2025
spot_img
BerandaPENDIDIKANBukti Toleransi Autentik, Ummat Lahirkan Guru Besar Pertama Non-Muslim

Bukti Toleransi Autentik, Ummat Lahirkan Guru Besar Pertama Non-Muslim

Mataram (Suara NTB) – Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) resmi mengukuhkan guru besar pertama non-Muslim dalam institusinya. Prof. I Made Suyasa, M.Hum., yang meraih gelar Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sastra dan Tradisi, telah mengabdikan dirinya di Ummat sejak tahun 1986 hingga kini.

Prof. Made Suyasa mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ummat dalam perjalanan akademiknya. “Ummat telah memberikan anugerah terbaik dalam hidup saya, dan saya sangat mencintai institusi ini. Saya mencapai gelar tertinggi sebagai guru besar berkat Ummat, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pejabat yang berada di Ummat. Saya akan berikhtiar dengan sisa tenaga dan pemikiran yang saya miliki untuk terus berkontribusi bagi Ummat,” ujar Prof. Made.

Pengukuhan Prof. Made sebagai guru besar menjadi bukti nyata bahwa Ummat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan inklusivitas dalam dunia pendidikan. Sebagai institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, Ummat tetap memberikan ruang yang luas bagi seluruh akademisi dan tenaga pengajar dari berbagai latar belakang agama untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan.

Dalam pesannya kepada para dosen dan mahasiswa, Prof. Made menekankan pentingnya menghormati empat guru dalam kehidupan. “Ada empat guru yang harus kita hormati dalam hidup ini. Yang pertama adalah guru yang maha guru, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan kita dan dunia ini. Guru yang kedua adalah orang tua kita yang telah membesarkan kita dengan kasih sayang. Guru yang ketiga adalah pendidik yang menjadikan kita cerdas dan berpengetahuan. Sedangkan guru yang keempat adalah pemerintah yang menjaga keamanan dan ketertiban bagi kehidupan kita,” jelasnya.

Rektor Ummat, Drs. Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian Prof. Made. “Ia telah menjadi bagian dari keluarga besar Ummat selama puluhan tahun dan terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia akademik. Ini adalah bukti nyata bahwa Ummat menghargai kompetensi dan kontribusi tanpa membedakan latar belakang keagamaan,” ungkapnya.

Pengukuhan ini menandai komitmen Ummat dalam memberikan kesempatan yang sama bagi semua akademisi untuk berkembang dan berkontribusi, tanpa memandang latar belakang agama. “Dengan semangat toleransi yang kuat, Ummat terus menjadi ruang inklusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia di Indonesia,” pungkas Abdul Wahab. (ron)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -





VIDEO