INDONESIA memiliki kondisi lahan yang sangat bervariasi antara daerah perkotaan dan kabupaten. Hal ini memengaruhi upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan di setiap wilayah. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, H. Misban Ratmaji, SE, mengatakan, beberapa daerah dengan lahan luas memiliki potensi yang lebih besar untuk mendukung ketahanan pangan dibandingkan daerah perkotaan yang terbatas ruangnya.
‘’Berbeda dengan Jakarta yang lahan terbatas, kota-kota dengan area lebih luas seperti Pontianak dan Palangkaraya justru memiliki lebih banyak lahan sawah yang dapat mendukung produksi pangan,’’ ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin, 24 Februari 2025. Di kota Mataram, lanjut Misban, ada potensi surplus pangan, meskipun hasil dari petani sangat terbatas. Beberapa daerah seperti Lombok Timur menjadi penghasil utama beras yang memasok kebutuhan pangan di Mataram. Meskipun demikian, seringkali sulit untuk membedakan mana beras yang berasal dari daerah tersebut dan mana yang didatangkan dari luar.
Meskipun potensi untuk mengembangkan ketahanan pangan ada, beberapa tantangan juga harus dihadapi. Salah satunya adalah terbatasnya lahan yang tersedia untuk pertanian. Di Mataram misalnya, lahan yang ada sangat terbatas, bahkan beberapa wilayah yang awalnya ditujukan untuk pertanian tidak digunakan sama sekali. Hal ini menjadi salah satu hambatan besar untuk mewujudkan ketahanan pangan yang maksimal di kota tersebut. Meski begitu, meskipun lahan terbatas, pemerintah tetap berusaha mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah.
Kendala lainnya adalah rendahnya semangat bertani di kalangan masyarakat. Meskipun banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, banyak di antaranya yang tidak ditanami atau tidak dimaksimalkan produksinya. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa daerah-daerah seperti Mataram meskipun memiliki lahan luas, namun tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Sehingga, wilayah perkotaan seperti Jakarta, Denpasar, dan Mataram dengan kepadatan penduduk yang tinggi, memang tidak bisa dipaksa untuk mencapainya ketahanan pangan secara penuh. Ketergantungan pada daerah luar untuk pasokan pangan masih sangat besar, dan produk pangan lokal belum cukup untuk mencapai swasembada pangan.
Pemerintah telah berusaha memetakan solusi sesuai dengan kondisi di lapangan, baik itu melalui kebijakan untuk daerah yang memiliki lahan luas ataupun untuk kota dengan terbatasnya ruang untuk bertani. Namun, di daerah-daerah dengan keterbatasan lahan, seperti kota-kota besar, mungkin tidak realistis untuk memaksakan ketahanan pangan secara penuh. (fit)