BANYAKNYA penerangan jalan umum (PJU) yang mati di Kota Mataram kembali menjadi sorotan. Warga menilai kondisi ini seharusnya mendapat perhatian serius dari Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemeliharaan PJU.
“Dinas Perhubungan seharusnya lebih memperhatikan kondisi PJU di seluruh Kota Mataram. Jangan hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi perlu ada survei rutin untuk memastikan semua lampu jalan berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH., kepada Suara NTB melalui pesan WhatsApp, Senin, 17 Maret 2025.
Menurut dia, masalah ini bukan sekadar soal mengganti bola lampu yang mati. Tetapi lebih kepada bagaimana Dishub menjalankan tugasnya dengan lebih serius. Kondisi PJU yang tidak berfungsi dengan baik dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram ini berharap Dishub Kota Mataram lebih proaktif dalam menangani permasalahan ini. Patroli atau survei rutin di seluruh wilayah kota diharapkan dapat menjadi solusi untuk memastikan PJU yang rusak segera diperbaiki. Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di malam hari, dapat lebih terjamin.
Seperti diketahui, Sejumlah ruas jalan utama yang gelap gulita diantaranya, Jalan TGH. Saleh Hambali Kelurahan Dasan Cermen atau perbatasan antara Kelurahan Dasan Cermen dengan Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi. Jalan Arya Banjar Getas, Kelurahan Tanjung Karang Permai, dan titik lainnya.
Dinas Perhubungan Kota Mataram fokus memperbaiki sejumlah titik PJU yang padam. Seperti di Jalan M. Yasin, Jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Monjok dan beberapa jalan lainya. Dikatakan, permasalahan PJU di daerah perbatasan kota yang masih gelap gulita seperti di Jalan TGH. Saleh Hambali dan Jalan Saleh Sungkar. Hal ini disebabkan jarak antara tiang PJU dengan tiang PJU lainnya berjauhan (fit)



