Giri Menang (suarantb.com) – Ruas jalan provinsi sepanjang hampir puluhan kilometer yang ada di wilayah Lombok Barat (Lobar) kondisinya rusak parah. Kondisinya tak layak, berkubang seperti kandang ternak di saat hujan. Kondisi jalan rusak ini pun menjadi keluhan berkepanjangan warga setempat.
Di sejumlah ruas jalan, seperti di wilayah Buwun Mas Sekotong yang berbatasan langsung dengan Lombok Tengah, hampir terdapat 20 kilometer jalan provinsi di wilayah itu. Di banyak titik rusak berkubang sepanjang 1,5-2 kilometer. Khususnya di ruas Sepi-Pengantap yang mengalami kerusakan parah akibat curah hujan tinggi akhir-akhir ini.
Beberapa titik bahkan sangat rusak parah, antaranya ruas jalan di depan kantor desa yang ada di Dusun Sepi. Jalan yang rusak parah di lokasi ini sepanjang 200 meter. Kemudian ruas jalan di Dusun Jerangkang yang rusak parah juga sepanjang sekitar 200 meter. Dan di titik Jurang Sengkol dengan panjang 250 meter. Kerusakan diakibatkan drainase tertutup atau tersumbat.
Kemudian di jalur Lobar dengan Kota Mataram. Mulai dari jalur dari pelabuhan Lembar ke Taman Ayu dan Kebon Ayu Kecamatan Gerung hingga Labuapi menuju Mataram sepanjang belasan kilometer juga rusak parah di banyak titik. Bahkan, di beberapa titik seperti di wilayah Lembar, kondisi jalan seperti kubangan kandang ternak. Badan jalan tak terbentuk, karena hancur, berlumpur dan licin bagi pengendara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar H. L. Winengan mengatakan bahwa kondisi jalan yang masuk kewenangan provinsi memang rusak parah. Dengan kondisi ini, Ia pun menyampaikan bahwa masyarakat yang menilai perhatian Pemprov terhadap Lobar.
Menurutnya, panjang jalan provinsi yang rusak di Lobar pun lumayan mencapai puluhan kilometer, untuk itu pihaknya berharap pemimpin NTB yang baru yang berkeadilan. Pihaknya telah berupaya mengusulkan penanganan jalan tersebut ke Pemprov NTB.
Penanganan jalan di Lembar khusus direncanakan tahun 2025 ini, namun akibat DAK dipangkas sehingga pihaknya telah menghadap Sekjen Kementerian PU. “Kementerian komitmen akan tangani melalui IJD Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD),” tegasnya.
Pihaknya juga berharap agar anggota DPRD NTB Dapil Lobar–KLU menyuarakan dan mengusulkan hingga mengawal penanganan jalan provinsi ini di tingkat provinsi. “Kita harus bersama-sama (DPRD provinsi dapil Lobar) suarakan, kawal ini,” sambungnya. (her)