Mataram (Suara NTB) – Seleksi tertulis calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II lingkup Pemprov NTB sudah selesai digelar, Sabtu, 10 Mei 2025 lalu. Seleksi diikuti 3.992 peserta ini dimulai sejak 5 Mei 2025 di Wisma Tambora, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB. Namun dari jumlah itu, 56 orang diantaranya tidak ikut tes.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB Drs. Tri Budiprayitno, M.Si., Minggu, 13 Mei 2025 . Katanya, tidak semua tenaga honorer yang terdaftar sebagai peserta mengikuti tes. Menurutnya, dari 3.922 peserta yang terdata dan titik lokasi tesnya di BPSDMD Provinsi NTB, hadir 3.866 orang.
Tidak hadir 56 orang. 52 orang dengan alasan tanpa keterangan. Empat orang terlambat hadir sesuai waktu yang telah ditetapkan, ujarnya pada Suara NTB, Selasa, 13 Mei 2025.
Terhadap peserta yang tidak hadir ini, ungkap mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB ini, pihaknya belum bisa mengambil keputusan. Apakah yang bersangkutan masih bisa diusulkan sebagai PPPK Paruh Waktu atau kesempatan mengikuti tes PPPK berikutnya masih terbuka, masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.
Putusan kebijakan terhadap itu berada di pemerintah pusat. Berbagai kebijakan penataan pengadaan kepegawaian sifatnya sentralistis. Kita tunggu seperti apa kebijakannya nanti, ungkapnya.
Pelaksanaan seleksi tertulis di BPSDMD Provinsi NTB digelar bergilir bersama pemerintah kabupaten/kota di NTB. Selain Pemprov NTB, giliran tenaga honorer Pemkab Lombok Tengah yang mengikuti seleksi dari tanggal 10-12 Mei disusul tenaga honorer Pemkab Lombok Timur dari tanggal 12-15 Mei 2025.
Usai Pemkab Lombok Timur, tambahnya, giliran tenaga honorer Pemkab Lombok Utara dari tanggal 15-16 Mei. Sementara tenaga honorer Pemkot Mataram dari tanggal 16-18 Mei 2025. Pada tanggal 18 Mei juga digelar seleksi tenaga honorer dari Pemkab Ende, Provinsi NTT dan Pemkab Lombok Barat.
Sementara sejumlah peserta seleksi PPPK tahap II mengaku pasrah setelah mengikuti tes PPPK II. Udin, salah satu tenaga honorer di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi NTB sudah mengikuti tes PPPK tahap II di Wisma Tambora, BPSDMD Provinsi NTB.
Dalam hal ini, dirinya hanya berpartisipasi tanpa mengharapkan lulus langsung diterima. Pasalnya, formasi yang dilamar sama dengan peserta PPPK tahap I lalu yang sudah diumumkan kelulusannya. Meski demikian, dirinya tidak patah arang dan berusaha mengikuti tahapan yang sudah ditentukan panitia penerimaan PPPK.
Begitu juga dengan Yus. Dirinya pasrah apakah akan lulus pada tes PPPK tahap II ini atau tidak. Dalam hal ini, dirinya sadar formasi yang dilamar banyak yang melamar dan ikut tes, sehingga dirinya pesimis lulus. Apalagi, ungkapnya, formasi yang dilamar tersebut juga dibuka pada seleksi PPPK tahap I lalu.
Sebagai seorang sopir yang melayani pimpinan, dirinya berharap namanya bisa masuk dalam formasi PPPK Paruh Waktu, sehingga nanti bisa masuk dalam PPPK Penuh Waktu seperti dijanjikan pemerintah.
Hal senada disampaikan Jaya. Dirinya berharap formasi yang dilamar dan sebelumnya tidak diisi pada seleksi PPPK tahap I lalu bisa berjodoh dengan dirinya. Apalagi jurusan yang berkaitan dengan formasi yang dilamar tidak jauh beda dengan pendidikan terakhir yang dimiliki. (ham)


