Sabtu, Maret 7, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMHari Ini, 1.871 Pelamar Ikuti Seleksi PPPK Tahap II

Hari Ini, 1.871 Pelamar Ikuti Seleksi PPPK Tahap II

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 1.871 pelamar mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap II. Pelaksanaan tes sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono dikonfirmasi pada, Kamis (15/5) menerangkan, pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap II digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Nusa Tenggara Barat di Jalan Pemuda, Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang. Sejumlah 1.871 pelamar akan menjalani tes mulai, Jumat-Minggu (16-18/5). “Untuk lokasi tes di BPSDM Provinsi sudah lengkap beserta petugasnya,” katanya.

Petugas langsung diambil alih oleh Badan Kepegawaian Negara maupun dari BPSDM Provinsi NTB sebagai panitia internal. Sementara, pihaknya telah menyiapkan panitia pendaftaran secara manual, petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk pengecekan dokumen kependudukan serta tenaga kesehatan. “Ambulans juga kita siapkan,” ujarnya.

Hidayatulloh, penanggung jawab penerimaan CASN pada BKPSDM menambahkan, proses seleksi PPPK sama persis seperti pelaksanaan tes di Asrama Haji. Artinya, kewenangan sepenuhnya diambil alih oleh BKN selama proses tes. Pihaknya hanya membantu absensi secara manual serta mengarahkan peserta. “Semua dihandel oleh BKN,” tambahnya.

Dari 1.871 pelamar PPPK tahap II, satu diantaranya mengikuti tes di Kantor BKN Regional II di Surabaya. Peserta yang berasal dari formasi tenaga guru sedang menjalani program Pendidikan Profesi Guru, sehingga memilih mengikuti tes di luar Kota Mataram. “Dia sudah ikut tes tanggal 11 Mei pekan kemarin,” katanya.

Dikatakan, pelaksanaan tes PPPK tahap II dijadwalkan digelar selama tiga hari. Sebab, kapasitas peserta setiap sesi mencapai 300 orang. Hidayatulloh mengingatkan peserta agar membawa kartu tanda penduduk serta kartu ujian. Pihaknya akan mengecek dan mencocokan KTP dan kartu pengenal guna menghindari adanya joki. “Nanti dari Dukcapil yang mengecek kalau ada yang mencurigakan,” demikian kata dia. (cem)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO