Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB Dr. H. Ashari, S.H., M.H., menargetkan pada tahun 2025 ini seluruh desa dan kelurahan di NTB harus memiliki perpustakaan. Menurutnya, keberadaan perpustakaan di desa dan kelurahan sangat penting dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat.
‘’Pengetahuan tidak hanya tentang perkembangan yang ada di dalam negeri saja, tapi perkembangan yang terjadi secara global dan mengetahui ekonomi dunia,’’ ujarnya pada Suara NTB, Jumat (16/5).
Dalam upaya mewujudkan seluruh desa yang jumlahnya 1.025 dan 145 kelurahan di NTB memiliki perpustakaan, ujarnya, akan disampaikan pada acara pengukuhan Bunda Literasi yang direncanakan di Kabupaten Lombok Timur pada bulan Mei ini. Pada acara yang akan menghadirkan bupati/wali kota se NTB termasuk Bunda Literasi Kabupaten/Kota ini, pihaknya mengharapkan pemerintah kabupaten/kota segera membuat kebijakan terkait pembentukan perpustakaan desa dan kelurahan.
Mantan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB ini mengakui, jika anggaran yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan baik Provinsi dan Kabupaten/Kota terbatas. Untuk itu, adanya kebijakan dari bupati/wali kota terhadap pemerintah desa dan kelurahan membentuk perpustakaan diharapkan bisa terealisasi.
Pihaknya juga bertekad meningkatkan minat baca atau literasi dari masyarakat dengan tetap rajin berkunjung ke perpustakaan atau literasi masyarakat. Apalagi dengan keterlibatan Bunda Literasi di Kabupaten/Kota dalam memberikan dukungan ke perpustakaan di desa atau kelurahan bisa semakin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi.
Tidak hanya itu, peranan BUMN dan BUMD serta instansi pemerintah dalam meningkatkan literasi kepada masyarakat dan juga kalangan pegawai sangat diperlukan. Dalam hal ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa menghidupkan kembali perpustakaan di OPD, sehingga staf bisa menggunakan waktu senggang dengan membaca buku.
Selain itu, tambahnya, upaya meningkatkan literasi masyarakat di daerah ini tetap berpatokan pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dengan mengambil dari 4 ideologinya. Yakni ideologi, politik, sosial budaya, hukum dan pertahanan keamanan (Ipolsosbudhankam). (ham)


