spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATButuh Pembenahan Infrastruktur, Disperindag Lobar Targetkan Kenaikan PAD Rp6 Miliar

Butuh Pembenahan Infrastruktur, Disperindag Lobar Targetkan Kenaikan PAD Rp6 Miliar

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar) menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD perubahan ini. Hal ini sesuai arahan pimpinan untuk menaikkan target PAD. Pihak dinas pun bergerak cepat turun mendata ulang terhdap semua potensi PAD. Sehingga didapatkan potensi PAD yang diajukan sebesar Rp6 miliar lebih. Jumlah itupun belum sesuai dari target yang diberikan oleh Bupati sebesar Rp9 miliar.

Sekdis Perindag Lobar Lalu Wira Kencana menerangkan bahwa potensi PAD yang diajukan sebagai peningkatan PAD pada APBD perubahan tahun 2025 menjadi 6,015 miliar. “Naiknya sekitar 1,5 miliar atau 33 persen dari angka semula,”kata dia, kemarin. Target yang dibebankan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sebelumya Rp4,5 miliar. Menurutnya, angka kenaikan dari potensi PAD realistis dari target yang diberikan Bupati hingga Rp9 miliar.

Kenapa baru berani pada angka (target) Rp6 miliar? Hal ini disebabkan beberapa faktor, yakni kondisi infrastruktur pasar. Banyak pasar yang atapnya bocor, jalan ke pasar untuk aktivitas Pedagang dan pembeli juga banyak yang belum ditangani. Kendala lainnya, pengangkutan sampah pasar yang tidak lancar sehingga kerap terjadi penumpukan. Jumlah pasar saat ini berjumlah 23. Pasar-pasar ini ada yang buka tiap hari, namun ada juga mingguan seperti di Eyat Mayang.

Dari jumlah ini dihitung jumlah pedagang yang berjualan sebanyak 4.500 orang. Pedagang bakulan dan los yang dihitung dan pelataran pasar serta sewa toko.”Itu sudah masuk dalam potensi Rp6 miliar,”kata dia. Pihaknya tidak saja menggarap pasar, namun juga lapak-lapak yang tersebar di semua kecamatan. Namun hanya tiga lapak yang berfungsi, diantaranya di depan RSUD Tripat, di belakang Bank NTB dan di depan eks mall LCC Narmada.

Sedangkan lapak di jalur Lembar belum dipungut karena pedagang tidak berjualan di tokonya, tetapi berjualan di depan lapak karena kondisi lapaknya tidak terawat dan rusak. ‘’Ini jadi persoalan kami di Disperindag,”imbuhnya. Selain mendata ulang potensi PAD, pihaknya juga berupaya mengurangi kebocoran.

Pihaknya telah meroling mandor pasar yang tidak capai target. Kemudian, meningkatkan kapasitas mandor melalui pelatihan membuat pembukuan dan lainnya. Sebab kebanyakan mandor ini tamatan SD dan SMP sehingga pengelolaan managemen pasar perlu ditingkatkan. Dari mandor yang ada, ASN 13 orang dan sisanya tenaga kontrak.

Langkah lain mengurangi kebocoran setoran PAD, Pihaknya minta setoran pasar tidak lebih dari 1×24 jam untuk mengurangi uang menganggap lama di pihak mandor pasar. Sebab kalau mengendap lama rawan potensi kebocoran. Bagi pasar yang jauh dari akses perbankan, Pihaknya kerja sama dengan Bank NTB untuk bisa lakukan penyetoran dua kali sehari.

“Jadi mandor pasar yang langsung ke bank,” ujarnya. Diakuinya, kendala dihadapi juga masih kurangnya tenaga juru pungut dan tenaga kebersihan pasar. Sebab untuk meningkatkan PAD ini, kebersihan pasar itu salah satu indikator. “Rata-rata kita kurang  satu tenaga sapu di masing-masing pasar,”imbuhnya. Hal ini yang menyebabkan pasar menggunakan tenaga di luar tenaga kontrak. (her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO