Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram menegaskan pentingnya pengadaan armada baru dan penambahan personel sebagai langkah strategis untuk meningkatkan respons dan kualitas pelayanan kedaruratan di wilayah kota.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Damkar Kota Mataram, Multazam, menjelaskan bahwa keterbatasan armada serta sarana dan prasarana menjadi catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti. Saat ini, sebagian besar kendaraan operasional yang dimiliki telah berusia tua dan tidak lagi optimal dalam mendukung tugas-tugas pemadaman maupun penyelamatan.
“Kendaraan pemadam kebakaran kita sudah tua semua di sana. Tahun ini kita akan anggarkan truck fire sama truk suplai (truk tangki air),” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 11 Juni 2025.
Menurutnya, pengadaan dua kendaraan tersebut, yakni satu unit truk pemadam (fire truck) dan satu unit truk suplai air, menjadi prioritas anggaran tahun ini.
“Dua unit kendaraan, terdiri dari satu kendaraan Truk fire dan satu Truk suplai, dan kendaraan itu yang akan kita eksekusi di semester kedua ini,” sebutnya.
Untuk mendukung pengadaan tersebut, Damkar Kota Mataram telah mendapatkan alokasi anggaran lebih dari Rp3 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan tidak hanya untuk pengadaan kendaraan, tetapi juga untuk pembangunan dan rehabilitasi kantor operasional yang berlokasi di sebelah Hotel Aston.
“Yang urgent banget ini, yang sudah terekskusi diberikan sejumlah Rp3 miliar lebih. Ini untuk pengadaan dua unit serta pembangunan dan rehab kantor operasional kita di sebelah Aston,” bebernya.
Multazam menambahkan bahwa biaya pengadaan satu unit kendaraan pemadam lengkap dengan perlengkapan teknis dan alat keselamatan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Saat ini, beberapa jenis kendaraan dan peralatan seperti ambulance, unit rescue khusus, kendaraan poredes, hingga alat pemotong masih sangat terbatas dan sebagian besar hanya tersedia dari hibah.
“Untuk peremajaan ini, besaran satu unit ada di atas Rp1 miliar, kalau dilengkapi banyak punya banyak sarana prasarana. Ambulance harus ada sebenarnya, kalau sekarang kita nggak punya. Unit rescue, rescue khusus, kendaraan poredes harus ada kalau kita mau memenuhi standar-standar,” tegasnya.
Selain persoalan armada, ia juga menyoroti keterbatasan jumlah personel. Berdasarkan beban kerja dan kebutuhan riil di lapangan, Damkar Kota Mataram memerlukan tambahan sebanyak 101 personel baru. Saat ini, jumlah personel yang tersedia hanya sekitar 108 orang, terdiri dari 44 tenaga honorer dan sisanya aparatur sipil negara (ASN).
“Kebutuhan personel kita berdasarkan usulan kebutuhan beban kerja. Kita tentu dengan kondisi sekarang masih sangat butuh tenaga tambahan 101 personel. Kalau sekarang kita punya tenaga sekitar 108 orang. Ada 44 honorer dan sisanya ASN,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa rasio pembagian tugas saat ini belum memenuhi standar pelayanan ideal. Dalam standar tersebut, satuan pemadam kebakaran semestinya memiliki unit penyelamatan, unit pengendalian, unit pencegahan, serta tim administrasi yang mendukung penuh operasional. Formasi ini pun telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri.
“Dari perhitungan rasio standar dari masing-masing bidang dibutuhkan unit penyelamatan, unit pengendalian, pencegahan, dan juga tim administrasi. Itu sudah disetujui Menpan-RB dan Kemendagri,” terangnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Damkar berharap adanya alokasi formasi tambahan yang dapat diisi melalui jalur ASN maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses ini memerlukan pengusulan daerah dan koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram.
“Seumpama kita usulkan ke daerah untuk mendapatkan formasi penambahan pegawai dan bisa disiasati dengan pengangkatan ASN atau PPPK, itu kembali kepada BKPSDM,” tutupnya. (hir)


