spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPemulangan Jenazah PMI, Pemerintah Diminta Jamin Hak-hak Korban

Pemulangan Jenazah PMI, Pemerintah Diminta Jamin Hak-hak Korban

Giri Menang (Suara NTB) – Isak tangis keluarga pecah menyambut kepulangan Jenazah Sahri Ramadan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) yang tiba di rumah duka pukul 11.00 Wita, Rabu, 11 Juni 2025. Jenazah Sahri Ramadan yang diduga dibunuh di Johor Malaysia ini langsung dimakamkan di pemakaman Desa Buwun Sejati usai Salat Zuhur sekitar pukul 13.00 Wita.

 ”Sesuai permintaan keluarga, hari ini langsung dimakamkan selepas Salat Zuhur. Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas,” ungkap Kepala Desa Buwun Sejati Muhidin, S.Ag.

Dalam pemakaman Sahri Ramadan, sejumlah pihak turut hadir. Mulai dari pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB, BP3MI NTB, hingga pihak anggota DPRD Lombok Barat.

Kesedihan keluarga dengan kepergian Sahri Ramadan tak bisa ditutupi. Isak tangis keluarga pecah seketika mobil jenazah tiba membawa peti jenazah Sahri Ramadan. Kedua orang tua pria 28 tahun tersebut menangis histeris melihat putra mereka pulang dalam keadaan tak bernyawa.

Padahal, beberapa hari lalu, Sahri sudah menyampaikan jika dirinya ingin pulang dalam beberapa hari ke depan ingin menikah.”Yang namanya takdir, kita tidak bisa menebak kapan dan seperti apa kita menutup usia. Kita hanya bisa pasrah dan berserah dengan apa yang sudah terjadi,” ungkap Kades.

Ketua Komisi IV DPRD Lobar Muhali,  mengatakan jika semua pihak harus mengambil hikmah dari kejadian ini. Yang terpenting juga menurutnya bagaimana Sahri mendapatkan haknya baik berupa santunan, asuransi atau yang lainnya.”Karena warga kami ini kan berangkat secara resmi. Jadi kami harap apa yang menjadi haknya bisa diberikan kepada pihak keluarga,” tegas anggota DPRD Dapil Narmada-Lingsar tersebut.

Sementara untuk proses hukum bagi para pelaku yang saat ini sudah ditangkap pihak kepolisian Malaysia, keluarga berharap mereka mendapatkan hukuman setimpal, karena telah menghilangkan nyawa Sahri Ramadan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB H Edy Sopyan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). “Ke depan kami harapkan P3MI agar mengingatkan para calon PMI sebelum berangkat untuk fokus bekerja mencari nafkah bagi keluarga,” harapnya.

Para Calon PMI diberikan pembekalan untuk menghindari segala hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.(her)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO