Mataram (Suara NTB) – Kekurangan guru pendidikan khusus atau pendidikan luar biasa di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih terjadi. Sejumlah Perguruan Tinggi (PT) dikabarkan akan membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Khusus. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB tetap mendorong Perguruan Tinggi (PT) untuk membuka Prodi Pendidikan Khusus.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Dikbud NTB, Dr. Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., pada Rabu, 11 Juni 2025 mengatakan, ia bersyukur karena banyak pihak yang semakin peduli terhadap pendidikan anak-anak istimewa. “Sehingga nantinya bisa memberikan layanan yang makin merata dan berkualitas,” ujarnya.
Salah satu kampus yang sudah pasti akan membuka Prodi Pendidikan Khusus yaitu Universitas Hamzanwadi. Universitas Hamzanwadi akan membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Prodi Pendidkan Khusus yang berada di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan pada tahun akademik 2025/2026 nanti. Selain itu, Eva menyebutkan, akan ada satu kampus swasta juga yang akan membuka Prodi Pendidikan Khusus, tetapi saat ini masih belum bisa dipublikasikan.
Pihaknya terus mendorong perguruan tinggi untuk membuka Prodi Pendidikan Khusus. “Bila perlu kampus negeri seperti Unram juga punya planning (rencana) membuka Prodi Pendidikan Khusus,” saran Eva.
Sebelumnya, Eva mengapresiasi pembukaan Prodi Pendidikan Khusus di Universitas Hamzanwadi. Kehadiran Prodi itu sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan jumlah guru pendidikan khusus di SLB. Menurutnya adanya Prodi Pendidikan Khusus itu sudah direncanakan pihaknya bersama pihak Universitas Hamzanwadi pada tahun 2021 pada masa Covid-19.
Meski demikian, tidak cukup dengan Universitas Hamzanwadi saja, pihaknya mendorong perguruan tinggi lain untuk membuka Prodi Pendidikan Khusus. Walau diakui Eva, sejumlah perguruan tinggi masih belum siap membuka Prodi Pendidikan Khusus karena terkendala kesiapan sumber daya manusia dan lainnya.
Adanya Prodi Pendidikan Khusus di NTB, mahasiswa yang berminat menempuh Prodi Pendidikan Khusus tidak perlu lagi harus keluar daerah. Dengan begitu peluang untuk merekrut guru pendidikan khusus untuk mengisi posisi guru di SLB di NTB semakin besar pada tahun-tahun mendatang.
“Kami sangat senang bahwa sekarang di NTB sudah ada universitas yang memiliki fakultas yang ada Prodi Pendidikan Khususnya. Dan selanjutnya tugas kami nantinya untuk menyosialisasikan hal ini kepada siswa SMA sederajat untuk lebih banyak mengetahui tentang Pendidikan Khusus. Mereka tidak lagi kuliah keluar NTB yang berdampak ada penghematan biaya dan sebagainya,” jelas Eva.
Selama ini, pendaftar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk formasi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB biasanya sangat sedikit saat ada pembukaan. Kondisi itu memperparah kekurangan guru SLB di NTB. Berdasarkan data rekrutmen tahun 2022 dan 2023, dari sebanyak 400-an formasi guru SLB, pendaftar hanya 80-an orang. (ron)


