Mataram (Suara NTB) – Proyek pembangunan Kantor Baru Wali Kota Mataram menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga minggu keempat, progres fisik mencapai 13,4 persen, melampaui target yang direncanakan sebesar 7,01 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning, mengungkapkan bahwa pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram menunjukkan progres signifikan. Hingga minggu keempat, capaian pekerjaan telah melampaui target dengan selisih positif 6,42 persen dari rencana 7,01 persen. Dengan demikian, progres fisik saat ini telah mencapai 13,4 persen.
“Disana kita sudah plus 6,42. Sudah melampaui target karena setiap hari ada saja lembur, untuk mensiasati itu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Mataram, pada Kamis, 12 Mei 2025.
Dikatakan, percepatan proyek dilakukan dengan strategi lembur, khususnya pada pekerjaan beton yang dianggap bisa diselesaikan lebih cepat. Strategi ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap pekerjaan arsitektural seperti pengecatan dan plesteran yang biasanya membutuhkan waktu lebih panjang.
“Justru kenapa kita lembur di awal ini untuk mengatasi dan mensiasati progres dari pekerjaan arsitekturnya nanti,” katanya.
Lale menyebutkan, bahwa pekerjaan yang tengah berlangsung saat ini mencakup pembangunan kolom pedestal di atas pondasi, pengecoran, pengurugan lahan set bangunan, serta pondasi batu kali. Sementara itu, pekerjaan pemancangan spun pile telah rampung lebih awal.
Seiring dengan peningkatan progres, jumlah tenaga kerja di lapangan pun bertambah. “Saat ini pekerja kita setiap hari di sana kurang lebih 56 orang. Dari jumlah itu, ada lima mandor karena masing-masing bagian pekerjaan dipegang satu mandor, dan sebagian besar pekerja berasal dari tenaga lokal,” jelasnya.
Hingga saat ini, pelaksanaan proyek tidak menemui hambatan berarti di lapangan. Ketersediaan material pun terjamin, karena mayoritas menggunakan bahan lokal seperti batu dan pasir. Untuk material pabrikan seperti lift, ACP, dan komponen lainnya yang harus dipesan dari luar negeri, langkah antisipatif sudah diambil sejak awal kontrak.
“Contoh seperti aproval material untuk lift. Lift itu kan mesannya di luar negeri, barang itu datang lima bulan dari pemesan awal. Jadi begitu kita kontrak kemarin langsung kita pesan,” ungkapnya.
Ia menerangakan, untuk memastikan mutu pekerjaan, seluruh material seperti beton dan baja terlebih dahulu diuji di laboratorium. “Kita tidak akan memberikan mereka izin pengecoran dan sebagainya tanpa hasil dari laboratorium. Yang sekarang kita pakai sebagai acuan adalah lab Unram,” jelasnya.
Ia juga menyebut kunjungannya ke ITS Surabaya pekan lalu juga untuk mengecek kekuatan tarik baja tulangan yang digunakan dalam proyek ini.
Dengan perkembangan positif tersebut, ia optimis target penyelesaian pekerjaan fisik bisa tercapai tepat waktu. “Ini harapan saya selaku PPK, jangan sampai tanggal 31 Desember, tetapi kita berupaya tanggal 20 itu sudah close. Artinya kita mengikuti ritme dari pencairan anggaran,” pungkasnya.
Serah terima pekerjaan tetap dijadwalkan pada akhir tahun, sementara penyempurnaan akhir seperti pengecatan atau pembersihan lokasi akan tetap berlangsung hingga 31 Desember.
“Untuk penyempurnaan mungkin ada catnya yang kurang atau pemberisihan sitenya kita tetap mengalir sampai tangga 31 Desember 2025,” tandasnya.(hir)

