spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPemkot Mataram Bangun 20 Huntara untuk Warga Pondok Perasi

Pemkot Mataram Bangun 20 Huntara untuk Warga Pondok Perasi

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram membangun 20 hunian sementara (Huntara) untuk masyarakat Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Pembangunan ini dilakukan untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan tinggal di atas lahan milik Hj. Ratna Sari Dewi.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang saat dikonfirmasi pekan kemarin menyampaikan, Pemkot Mataram mengambil langkah cepat menindaklanjuti dampak sosial dialami masyarakat pasca pengosongan lahan di Lingkungan Pondok Perasi. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya, membangun hunian sementara sejumlah 20 unit sesuai data yang diterima dari kelurahan dan kecamatan.

“Sebenarnya 15 kamar untuk warga Pondok Perasi, tapi target saya 20. Lima kamar untuk warga yang ada di Pondok Pelangi karena akan dipindah,” ungkapnya.

Perkembangan Huntara di Lingkungan Bintaro Jaya saat ini dalam proses pembangunan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Terkait dengan sumber anggaran pembangunan Huntara, Lalu Martawang  tidak menyebutkan secara detail.

Ditargetkan Huntara ini selesai pekan ini, sehingga warga segera pindah dari yang sebelumnya direlokasikan di tenda darurat segera pindah.

Sebelumya, Camat Ampenan, Muzakkir Walad menyampaikan, untuk saat ini kondisi masyarakat yang direlokasikan ke tenda sementara dalam keadaan aman dan nyaman. Pasalnya, pemerintah Kota Mataram tetap memberikan perhatian dengan memberikan fasilitas lengkap seperti dapur umum, air bersih hingga pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah kondisi di sana, yang pertama mereka nyaman karena segala makanan sudah disediakan oleh Dinas Sosial,” ujarnya saat dikonfirmasi pada, Kamis, 12 Juni 2025.

Untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang berada di tenda sementara, Dinas Kesehatan Kota Mataram melalui Puskesmas Ampenan akan melakukan cek kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Oleh karena itu, pihaknya rutin mengontrol kondisi di lokasi tersebut.

Menurutnya, Huntara yang akan ditempati jauh lebih representatif dan memiliki kejelasan. Jika dibandingkan dengan bangunan yang dibangun sebelumnya di atas lahan milik Hj.Ratna Sari Dewi, masyarakat mengeluarkan biaya besar dan penuh kekhawatiran akan digusur kembali. (pan)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO