Mataram (Suara NTB) – Proses tender pembangunan lapak ikan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan terhambat. Warga di hunian sementara enggan pindah atau keluar dari tempat tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah dikonfirmasi pada, Senin, 23 Juni 2025 meminta penghuni hunian sementara di Lingkungan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan untuk pindah. Akan tetapi, mereka enggan pindah dengan berbagai alasan. Hal ini menghambat proses tender pembangunan lapak ikan. “Bagaimana kita mau tender sementara warga yang tinggal di huntera tidak mau pindah,” terangnya.
Anggaran pembangunan lanjutan lapak ikan dialokasikan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni tahun 2025, senilai Rp600 juta. Dana digunakan untuk pembangunan pondasi, tanggul, lapak dan tiang saja. Sementara, atap lapak ikan akan dialokasikan kembali pada anggaran berikutnya. “Kita juga perlu pengurukan dan pembangunan tanggul,” ujarnya.
Mantan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram mengaku, dokumen perencanaan belum berani diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram. Pasca ditender justru penghuni huntara tetap ngotot atau bersikukuh tidak mau keluar, sehingga mengganggu proses pengerjaan lapak.
Dikatakan, proses pembongkaran huntara sebenarnya dilakukan pada tahun 2024 lalu. Saat itu, huntara kosong alias tanpa penghuni. Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana kata Irwan, meminta pembongkaran ditunda agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Apalagi momen politik sehingga dikhawatirkan disalahartikan.
“Kita bisa dituntut oleh rekanan kalau sudah ditender tetapi masih ada masalah di lapangan, karena rekanan tidak bisa mengeksekusi,” katanya.
Pihaknya berulangkali menggelar pertemuan di bawah koordinasi Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang melibatkan kecamatan dan kelurahan. Pengosongan huntara ditargetkan sampai akhir bulan Juni dan diharapkan masyarakat memahami kebijakan pemerintah.
Dengan anggaran Rp600 juta diperkirakan dapat membangun sekitar 40 lapak pedagang ikan. Irwan memastikan pedagang yang beraktifitas di pasar ikan saat ini meminta segera direlokasi, karena akses jalannya luas, lapak ikan representative, dan fasilitasnya memadai. “Bahkan mereka yang bertanya kapan mau dipindah,” demikian kata dia. (cem)


