spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEBantuan Banjir Prioritaskan Pengungsi, 30 Ribu Warga Diupayakan Tetap Terbantu

Bantuan Banjir Prioritaskan Pengungsi, 30 Ribu Warga Diupayakan Tetap Terbantu

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus mengupayakan penyaluran bantuan bagi korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di kota ini. Meskipun jumlah warga terdampak mencapai sekitar 30 ribu jiwa, distribusi bantuan diprioritaskan kepada warga yang mengalami dampak paling parah, terutama mereka yang harus mengungsi karena rumah dan perabotannya hanyut terbawa arus.

“Bantuan ini bentuk kepedulian dari pemerintah. Kalau mau cari yang sempurna, mungkin tidak akan sampai ke titik sempurna itu. Tapi paling tidak, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, Selasa (8/7).

Menurutnya, dari total sekitar 30 ribu warga yang terdampak, tidak semuanya mengalami kerusakan berat. Sebagian hanya mengalami genangan air dalam waktu singkat. Namun, ada pula warga yang harus mengungsi karena rumahnya terendam cukup lama dan kehilangan peralatan pribadi maupun tempat tidur.

“Yang mengungsi ini kita prioritaskan. Tapi warga yang terdampak ringan tetap kita usahakan bisa menerima bantuan,” tegasnya.

Bantuan yang diterima Pemkot Mataram berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB. Selanjutnya, bantuan diteruskan ke Dinsos Kota Mataram dan langsung disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi tikar, selimut, karpet, alas tidur atau kasur lipat, makanan instan, dan air minum. Jumlah bantuan yang diberikan disesuaikan dengan data dari lapangan agar tepat sasaran dan sesuai dengan skala kebutuhan masing-masing warga.

“Untuk jumlah yang didistribusikan, disesuaikan dengan jumlah di lapangan. Distribusi kami lakukan bekerja sama dengan teman-teman kecamatan dan kelurahan. Mereka yang paling paham kondisi dan tingkat keparahan di lapangan,” jelasnya.

Dukungan bagi korban banjir tidak hanya berasal dari pemerintah pusat dan provinsi. Sejumlah organisasi lokal juga turut membantu, seperti Tim Penggerak PKK Kota Mataram dan organisasi wanita se-Kota Mataram. Bantuan yang disalurkan juga berupa makanan siap saji serta kebutuhan dasar lainnya, seperti alas tidur.

Sementara itu, hingga Selasa pagi, 8 Juli 2025 , bantuan dari luar Kota Mataram belum tercatat masuk melalui posko utama. Meski demikian, pihak Dinsos memperkirakan beberapa pihak dari luar daerah mungkin memilih untuk mendistribusikan bantuan secara langsung ke lapangan.

Di samping bantuan logistik, Pemkot Mataram juga menyediakan dapur umum di posko utama yang berlokasi di depan Pendopo Wali Kota. Keberadaan dapur umum ini dimaksudkan untuk menyediakan makanan siap santap seperti nasi bungkus, serta memastikan warga yang belum terjangkau distribusi tetap mendapatkan akses pangan.

“Kemarin juga ada warga yang datang ke dapur umum karena mungkin tidak tahu ada penyaluran melalui lurah dan kecamatan. Kita tetap berikan,” ungkapnya.

Bantuan makanan yang disediakan terbagi dalam dua jenis, yaitu makanan siap saji seperti nasi bungkus, dan bahan pangan yang dapat disimpan seperti beras, mi instan, biskuit, susu, dan sejenisnya.

Untuk mendukung operasional dapur umum, Dinsos Kota Mataram mengerahkan sebanyak 40 personel dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan jajarannya. Para personel tersebut dibagi dalam dua shift, yakni pagi dan sore, guna memastikan distribusi makanan berjalan lancar setiap hari.

“Kami upayakan semaksimal mungkin agar semua warga yang terdampak, baik ringan maupun berat, tetap mendapat bantuan sesuai kondisi masing-masing,” tutupnya. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO