spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHDikawal TNI, Baru 33 Ribu Siswa di Loteng Tersentuh Program MBG

Dikawal TNI, Baru 33 Ribu Siswa di Loteng Tersentuh Program MBG

Praya (Suara NTB) – Hingga bulan Juli 2025 ini jumlah dapur untuk program Makan Gratis Bergizi (MBG) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat baru 12 dapur. Tersebar di enam kecamatan, yakni  Kecamatan Praya, Praya Tengah, Jonggat, Praya Barat, Pujut dan Kecamatan Pringgarata. Dengan total siswa yang sudah terlayani program MGB sebanyak 33.700 anak.

Untuk memastikan programnya berjalan sesuai rencana, jajaran Kodim 1620/Loteng terus melakukan pengawalan, agar penyaluran MBG kepada siswa tepat sasaran dan siswa juga mendapatkan asupan gizi yang baik. Hal ini untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal untuk menunjang prestasi belajar siswa sebagaimana tujuan dari program MBG itu sendiri.

“Program MBG ini dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasioanal (BGN) bersama mitra kerja yang ada di Loteng. Untuk disalurkan ke berbagai sekolah dengan prioritas kepada anak-anak sekolah. Dalam rangka mendukung peningkatkan kualitas gizi anak-anak. Dan, kita akan terus mengawalnya,” terang Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, Senin, 7 Juli 2025.

Dalam hal ini, personel Babinsa jajaran Kodim 1620/Loteng secara berkala turun melakukan pemantauan di sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program. Dalam hal ini tidak hanya TNI saja yang terlibat dalam proses pengawasan. Tapi melibatkan berbagai pihak lainya. Termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kesehatan (Dikes) hingga aparat kepolisian.

“Pengawalan dan pengawasan oleh TNI ini dilakukan untuk memastikan bahan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi yang diperlukan oleh anak-anak sekolah. Proses penyalurannya juga tepat waktu dan tepat sasaran,” terangnya.

Sebagai bagian dari aparat teritorial, Kodim Lotenng berkomitmen untuk mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut. Pihaknya ingin  memastikan anak-anak di Loteng benar-benar mendapatkan makanan yang bergizi demi masa depan yang lebih baik lagi kedepan.

Diakuinya, program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas kesehatan anak-anak di daerah ini saja. Tetapi juga bisa menjadi salah satu elemen penggerak ekonomi daerah. Yang pada akhirnya bisa mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Meningkatkan kualitas pendidikan di Loteng secara bertahap, bertingkat dan berlanjut serta merata hingga ke semua sektor adalah salah satu tujuan dari program ini. Dengan cara memenuhi kebutuhan gizi terutama anak pada usia sekolah. Agar nantinya diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dari sejak dini,” pungkas alumnus Akmil 2004 ini. (kir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO