spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDua Warga Meninggal Dunia akibat Banjir di Mataram dan Lombok Barat

Dua Warga Meninggal Dunia akibat Banjir di Mataram dan Lombok Barat

Mataram (Suara NTB) – Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir yang terjadi di Mataram dan Lombok Barat, Minggu, 6 Juli 2025. Kepala Polresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko mengatakan bahwa dua orang yang meninggal itu merupakan seorang perempuan bernama Tutik Suryani (50) dan Laki-laki bernama Tomi (30).

“Tutik merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan dan Tomi dari Desa batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat,” jelas Hendro, Senin, 7 Juli 2025.

Hendro membeberkan, wilayah yang terdampak banjir di antaranya, lingkungan Sweta Timur, BTN River Side, Karang Bata, Karang Pelambik, dan Abian Tubuh di Kecamatan Sandubaya. Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Mataram, banjir merendam lingkungan Presak Timur, Majeluk, Karang Buaya, serta sejumlah titik di Pagutan dan Pagesangan. Di wilayah Ampenan dan Sekarbela, air menggenangi kawasan Kekalik Jaya, Batu Ringgit, Panji Tilar, dan seputaran Jalan Majapahit hingga depan Universitas Mataram.

Selain korban jiwa, banjir tersebut juga menyebabkan kerugian materiil. Di Perumahan River Side Park kata Hendro, empat mobil milik warga hanyut, dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,09 miliar. “Kerugian di lokasi lainnya masih dalam proses pendataan,” ucapnya.

Hendro menyebut bahwa saat ini sejumlah titik pengungsian telah didirikan, seperti di eks Kantor Lurah Cakra Selatan yang menampung 75 kartu keluarga atau 242 jiwa, dan di Asrama Haji Provinsi NTB yang menampung 76 orang.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk saling bantu dan tetap tenang menghadapi situasi ini,” tandasnya.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Mataram dan sekitarnya pada Minggu, 6 Juli 2025 sekitar pukul 14.00 Wita menyebabkan banjir di puluhan titik. Bencana tersebut terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai meluapnya aliran sungai dari hulu yang melintasi wilayah tengah Kota Mataram. (mit)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO