Selong (Suara NTB) – Setelah sukses menjadi tuan rumah pengukuhan Bunda Literasi Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota se-NTB pada 2 Juli lalu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersiap mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Pengukuhan strategis ini rencananya digelar pada Senin, 14 Juli 2025, di Pendopo Bupati Lotim, bersamaan dengan pengukuhan Bunda PAUD.
Kepala DPK Lotim, Dr. H..Mugni, MPd menjawab Suara NTB, Senin, 7 Juli 2025, menjelaskan, inisiatif ini merupakan langkah konkret DPK Lotim untuk mendongkrak Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) bidang perpustakaan.
Kolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi kunci, sesuai amanat regulasi perpustakaan yang menetapkan Ketua TP PKK di setiap tingkatan sebagai Bunda Literasi.
“Karenanya dikenal istilah Bunda Literasi Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan, yang masing-masing dijabat oleh Ketua TP PKK setingkat,” jelas Dr. H. Mugni.
Dr. Mugni, yang juga seorang akademisi, menegaskan konsep literasi jauh lebih luas. “Literasi bukan hanya membaca, tapi juga mencakup menulis, berbicara, dan menyimak (mendengar). Ini merupakan empat keterampilan berbahasa fundamental,” ujarnya.
Ia juga memaparkan tujuh indikator Pembangunan Literasi Masyarakat (PLM) yang menjadi fokus. Pertama, Keberadaan Lembaga Perpustakaan. Kedua, Ketersediaan Koleksi Buku. Ketiga, Kompetensi SDM Perpustakaan..Kermoat, Penerapan Standar Layanan Perpustakaan..Kelima, Jumlah Anggota Perpustakaan. Ke enam Intensitas Sosialisasi Perpustakaan dan terakhir Tingkat Kunjungan Masyarakat ke Perpustakaan per Hari
Dr. Mugni menekankan pentingnya pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. “Ini sangat penting dan strategis, menjadi prioritas DPK pasca pelantikan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Lombok Timur harus bergerak cepat menjadi yang pertama di NTB,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan bergeraknya 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 254 Bunda Literasi Desa/Kelurahan untuk mendukung, mensosialisasikan, dan mengeksekusi program PLM serta Peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan TGM Lotim akan melesat naik.
TGM diukur melalui lima indicator, yyakni frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, frekuensi akses internet dan durasi akses internet
“Meningkatkan kuantitas dan kualitas IPLM dan TGM secara berkelanjutan merupakan IKU dan IKK utama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan secara nasional,” tambah Dr. Mugni.
Untuk mewujudkannya, DPK Lotim terus berinovasi, salah satunya dengan menambah durasi layanan perpustakaan.
DPK Lotim berharap besar para Bunda Literasi yang akan dikukuhkan dapat memaksimalkan peran mereka dalam mewujudkan dan merealisasikan seluruh indikator IPLM dan TGM, mendorong kemajuan literasi di seluruh penjuru Lotim. (rus)


