spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMYUSTISISeorang Santri di Ponpes Gunung Sari Diduga Jadi Korban Penganiayaan Kakak Kelas

Seorang Santri di Ponpes Gunung Sari Diduga Jadi Korban Penganiayaan Kakak Kelas

Mataram (Suara NTB) – Seorang santri di sebuah pesantren di Kecamatan Gunung Sari dilaporkan mengalami penganiayaan oleh seniornya hingga menderita luka fisik dan trauma psikologis. Ibu korban, Syahriana, yang telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram menyebutkan bahwa anaknya kini mengalami trauma berat dan menolak untuk kembali ke lingkungan pesantren.

Korban yang masih duduk di kelas satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) itu menjadi korban penganiayaan oleh santri kelas tiga Madrasah Aliyah (MA). Peristiwa itu terjadi pada Rabu dan Kamis, 25-26 Juni 2025, ketika korban hendak mengambil air wudhu untuk menjalankan ibadah salat.

“Anak saya pulang dalam keadaan ketakutan, tidak mau sekolah lagi,” ujar Syahriana, Senin, 7 Juli 2025. Ia juga mengkritik proses mediasi yang dilakukan pihak pesantren, yang menurutnya tidak melibatkan orang tua terduga pelaku. “Kenapa orang tua pelaku tidak dipanggil dalam mediasi?” tanyanya

Korban telah menjalani visum di fasilitas kesehatan. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka lebam di sejumlah bagian tubuh, seperti telinga, pipi, pinggang, lengan dan kepala.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Mataram, Iptu Eko Ari Prastya, membenarkan bahwa laporan terkait dugaan penganiayaan telah diterima. Polisi pun sudah mulai memeriksa sejumlah saksi, termasuk seorang ustadz dari lingkungan pondok. “Laporannya sudah kami terima dan sedang kami tangani,” ucapnya singkat. Eko enggan memberikan komentar lebih jauh karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan awal. (mit)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO