Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menyelenggarakan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Sasak sebagai kelanjutan dari kegiatan inventarisasi kosakata yang telah dilaksanakan pada bulan April dan Mei 2025. Lokakarya yang berlangsung pada Senin, 7 Juli 2025 ini diikuti oleh delapan peserta secara langsung.
Koordinator kegiatan, Rizki Gayatri, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini, pihaknya menargetkan sebanyak 500 kosakata dari bahasa Sasak untuk diverifikasi dan diusulkan masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hasil inventarisasi awal mencatat sebanyak 521 lema dari bahasa Sasak.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, menuturkan bahwa target pengusulan kosakata tahun ini telah tercapai. Ia menegaskan bahwa diskusi dan verifikasi ini untuk memastikan bahwa setiap kosakata yang diajukan benar-benar digunakan dalam kehidupan masyarakat. Ia juga menyampaikan perlunya kolaborasi dengan pihak eksternal dalam pengambilan data kosakata.
“Ke depannya, pengambilan kosakata tidak hanya dilakukan secara internal oleh tim kami, tetapi juga dapat dilaksanakan melalui kolaborasi eksternal dengan para ahli bahasa, budayawan, serta instansi terkait seperti Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) yang memiliki kompetensi dan pemahaman mendalam terhadap tumbuhan dan binatang yang ada di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya saat memberikan sambutan kegiatan di Aula Cilinaya Balai Bahasa Provinsi NTB.
Sebanyak delapan peserta berdiskusi khusus mengenai bahasa Sasak yang diwakili oleh berbagai kalangan dan latar belakang. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Lalu Agus Fathurrahman (Bencingah Institute) dan Indriyanto (Dosen Kehutanan Universitas Mataram)
Lokakarya ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan validasi data, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para ahli, pegiat bahasa, pegawai, dan masyarakat umum dalam upaya melestarikan bahasa daerah. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi penting dalam dokumentasi dan pengembangan kosakata bahasa daerah di Nusa Tenggara Barat. Hasil dari lokakarya ini, nantinya akan diusulkan melalui kegiatan Sidang Komisi Bahasa Daerah yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2025. (ron)


