spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Dorong Perbaikan Tata Kelola Pariwisata Hiu Paus

Sumbawa Dorong Perbaikan Tata Kelola Pariwisata Hiu Paus

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Dispopar) Sumbawa, mendorong adanya perbaikan tata kelola destinasi wisata unggulan daerah hiu paus karena tata kelola saat ini dikhawatirkan akan bisa merusak ekosistem hiu paus.

“Memang kewenangan pengelolaannya berada di pemerintah provinsi, makanya kami mendorong agar segera memperbaiki tata kelolanya,  karena kita khawatir jika masih sama seperti sekarang ekosistem hiu paus kita akan rusak,” kata Kadispopar Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo kepada Suara NTB, Senin, 7 Juli 2025.

Deddy sangat menyayangkan lambatnya respon dari provinsi atas untuk menjaga keberlangsungan ekosistem hiu paus ini. Apalagi hiu paus ini sudah menjadikan NTB dengan tagline makmur mendunia karena keberadaan hiu paus di Teluk Saleh sudah sangat mendunia.

“Mendunia ini kan dari segi Pariwisata dan hiu paus sudah melakukan itu, sehingga kami berharap tata kelola destinasi ini harus dijaga agar tidak mengganggu ekosistem mereka,” ujarnya.

Ia melanjutkan, salah satu yang menjadi persoalan saat ini yakni etika ketika berinteraksi dengan hiu paus belum ditegakkan. Salah satunya kuota orang yang bisa berinteraksi dengan hiu paus harus dihitung termasuk aspek keselamatan tidak hanya bagi wisatawan tetapi hiu paus itu sendiri.

“Sekarang betul-betul masih free, sehingga ada juga wisatawan yang merasa jengah situasi tersebut apalagi dari sudut pandang Pemkab Sumbawa yang belum mendapatkan dampak secara langsung,” ucapnya.

Pemerintah daerah pun saat ini tengah berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem dan kelestarian hiu paus. Selain itu, masalah keselamatan baik itu bagi wisatawan maupun hiu paus itu sendiri serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Banyaknya kunjungan wisatawan, tentu sangat mengangggu ekosistem hiu paus bahkan banyak hiu paus yang luka sehingga kami mendorong adanya pola khusus agar masalah ini bisa ditekan,” jelasnya.

Seraya menambahkan, bila perlu pemerintah provinsi menyiapkan kuota bagi wisatawan yang akan mengunjungi destinasi wisata unggulan daerah tersebut. Karena jika dibiarkan secara bebas, pihaknya khawatir hiu paus tidak akan ada lagi di Sumbawa dan mencari ekosistem baru.

“Kami meminta provinsi memberikan atensi terhadap masalah ini, jangan sampai ekosistem hiu paus ini rusak yang mengakibatkan tidak ada hiu paus di Sumbawa,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO