spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaBIMAWarga Bima Dikejutkan Paparan Abu Vulkanik Diduga Dampak Letusan Gunung Lewotobi

Warga Bima Dikejutkan Paparan Abu Vulkanik Diduga Dampak Letusan Gunung Lewotobi

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah warga di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengaku terkejut saat mendapati rumah dan kendaraan mereka tertutup abu halus yang diduga berasal dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Paparan abu vulkanik terpantau cukup jelas di sejumlah area di Kota Bima, terutama sejak Senin, 7 Juli 2025  hingga Selasa, 8 Juli 2025  masih terus berlangsung. Sementara itu, di beberapa wilayah Kabupaten Bima, abu di akui belum dirasakan oleh warga.

Salah seorang warga Kelurahan Mande, Kota Bima, Irma, mengungkapkan bahwa sejak malam, ia memang merasakan udara terasa berbeda. Namun, ia tidak menyangka bahwa pekarangan rumahnya akan diselimuti debu vulkanik.

“Iya (ada debu vulkanik) sejak semalem. Saya baru nyadar pas jam 9 malem, lagi jaga lapak, trus liat kok motor saya yang terparkir banyak debunya. Trus buka Facebook ada imbauan untuk pake masker karena ada abu vulkanik katanya,” ungkapnya saat dihubungi Suara NTB, Selasa, 8 Juli 2025.

Hal serupa disampaikan oleh Darfis, warga Kelurahan Karara, Kota Bima. Ia mengaku rumah dan kendaraan miliknya mulai tertutupi abu sejak Senin malam.

“Baca berita gunung itu meletus, trus kirain ga sampe ke sini (Bima), taunya pas keluar buat sholat magrib ke masjid, liat mobil sama motor udah ketutup debu (abu vulkanik),” bebernya.

Sementara itu, warga di beberapa wilayah Kabupaten Bima menyatakan belum merasakan dampak serupa. Salah seorang warga Desa Ntonggu mengaku lingkungannya masih aman dari paparan abu.

“Liat di berita emang ada katanya abu vulkanik, tapi di sini (Desa Ntonggu) engga ada, masih terpantau aman,” sebutnya.

Menanggapi kondisi tersebut, sebagian warga Kota Bima mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipatif.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima mengonfirmasi bahwa sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi telah memasuki wilayah Bima. Berdasarkan citra satelit pada pukul 16.00 WITA, sebaran abu mulai terpantau di atmosfer wilayah tersebut.

Forecaster BMKG Bima, Rahmat Alpentido, menjelaskan bahwa paper test pertama yang dilakukan pada pukul 15.45 hingga 16.15 WITA di wilayah Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima untuk keperluan penerbangan menunjukkan hasil negatif.

Namun, pada pukul 17.30 WITA, sebaran abu vulkanik kembali terdeteksi di wilayah udara Bima. BMKG Bima kemudian melakukan paper test ulang antara pukul 18.00 hingga 19.00 WITA, dan hasilnya dinyatakan positif.

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki meletus hebat pada Senin, 7 Juli 2025  pukul 11.05 WITA. Letusan tersebut memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 18 kilometer, disertai lontaran material berupa pasir dan kerikil yang menyelimuti permukiman warga sekitar.

Gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu kembali meletus pada malam harinya, sekitar pukul 19.32 WITA, dengan semburan abu setinggi 13 kilometer. Letusan disertai dentuman keras dan getaran yang terasa hingga Kota Maumere.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki kembali terjadi pada Selasa pagi, 8 Juli 2025, sekitar pukul 05.53 WITA. Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi, Emanuel Rofinus Bere, tinggi kolom abu yang terpantau saat itu mencapai sekitar 4.000 meter di atas puncak, atau kurang lebih 5.584 meter di atas permukaan laut.

Emanuel menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke barat dan barat laut. Aktivitas erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan berlangsung selama sekitar 3 menit 11 detik.

Suara gemuruh lemah dilaporkan terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang berada di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.

Pemerintah bersama instansi terkait saat ini terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi dan penyebaran abu vulkanik. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari BPBD maupun BMKG. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO