Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menyalurkan sebanyak 6.000 paket makanan siap saji setiap hari kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah. Bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Mataram dalam menangani dampak banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu. Samsul Adnan menyampaikan, bahwa di posko dan dapur umum ini untuk menyiapkan kebutuhan makan siap saji sekitar 6.000 per hari bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah titik pengungsian. Dari jumlah makanan yang disalurkan dibagi menjadi dua tahap. Untuk siang 3.000 paket dan malam 3.000 pakat. “Totalnya 6.000 ribu setiap hari kita dropping ke warga,” sebutnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 8 Juli 2025.
Ia menjelaskan, terkait dengan sasaran makan tersebut, tidak semua masyarakat yang terdampak akan dibagikan. Namun, sifatnya skala prioritas. Skala prioritas yang dimaksud adalah bagi kategori yang mengungsi di posko atau fasilitas umum dan warga yang numpang di rumah keluarganya. “Menang yang terdampak sekitar 30.000 jiwa, tapi ada yang tidak begitu berat, sehingga kita prioritaskan yang mengungsi,” katanya.
Sistem pendistribusian ia bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Selain itu penyaluran makanan dibantu oleh Tagana (Taruna Siaga Bencana), relawan sosial, dan dapur umum yang telah didirikan di beberapa lokasi strategis. Makanan siap saji ini mencakup menu bergizi dan siap konsumsi, guna memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi bencana.
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kota Mataram telah menyebabkan sejumlah warga mengungsi, serta rumah terendam, dan fasilitas umum. Pemerintah Kota Mataram juga telah menetapkan status siaga banjir dan mengerahkan berbagai instansi untuk percepatan penanganan. “Kita mengacu pada SK tanggap darurat 14 hari. Cuma nanti apakah Posko dan dapat umum akan mengikuti SK tersebut kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” terang Samsul.
Dinsos mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera melapor jika membutuhkan bantuan. “Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan menambah jumlah bantuan jika diperlukan,” tambahnya.
Dengan adanya distribusi 6.000 makanan siap saji per hari ini, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat terpenuhi, sambil menunggu kondisi kembali normal. (pan)



