Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa, mencatat hingga saat ini jumlah peserta untuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih sangat minim padahal manfaatnya sangat besar ketika terjadi gagal panen.
“Masih minim peminat yang mengikuti program AUTP, padahal manfaatnya sangat besar dan tahun belum ada satupun lahan yang diasuransikan,” kata Kabid Perlindungan Tanaman, Pengembangan Usaha, Distan Sumbawa, Toni Hamdani, kepada Suara NTB, Selasa, 8 Juli 2025.
Diakuinya, manfaat dari program itu sangat besar bagi petani jika mengalami gagal panen maupun kendala lainnya. Bahkan untuk satu hektar lahan yang mengalami gagal panen, petani bisa mendapatkan asuransi sebesar Rp6 juta.
“Banyak keuntungan jika mengikuti program AUTP, tetapi kita sangat sayangkan banyak petani kita yang enggan untuk mengikuti program tersebut,” ujarnya.
Toni pun menyebutkan, besaran biaya untuk asuransi ini hanya sekitar Rp36 ribu per hektar. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka petani bisa mendapatkan asuransi sekitar Rp6 juta jika kondisinya gagal panen.
“Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan Rp6 juta sangat kecil. Tapi sangat disayangkan, hingga saat ini masih minim peserta yang mengikuti program tersebut,” ucapnya.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tahun tahu misalnya pihaknya mencatat ada sekitar 500 hektar lahan pertanian yang mengikuti program asuransi. Namun di tahun 2025 belum ada satupun lahan yang diasuransikan dan itu tentu sangat disayangkan.
“Saya tidak tahu apa alasan petani tidak mengikuti program AUTP, padahal manfaatnya sangat besar ketiga terjadi gagal panen,” tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap mendorong para petani untuk bisa mengikuti program itu. Karena keuntungannya sangat besar, baik itu untuk menambah modal maupun untuk masalah lain.
“Namanya musibah tidak ada yang mengetahui kapan akan datang. Jika sudah siap asuransinya dan ada kejadian gagal panen bisa langsung diklaim ke penyedia asuransi,” timpalnya.
Tetapi jika tidak, harus menunggu anggaran dari Pemerintah barus bisa melanjutkan usaha dan itu butuh waktu yang cukup lama.
“Tidak ada salahnya kita persiapkan diri dengan mengikuti program asuransi karena biaya yang akan dikeluarkan juga sangat kecil. Makanya kami tetap akan melakukan sosialisasi kepada para petani agar bisa memanfaatkan program asuransi ini dengan baik,” tukasnya.
Gagal Panen
AUTP dibutuhkan sebagai strategi untuk mengantisipasi kerugian yang dapat mereka alami jika mengalami gagal panen. Hal ini bisa menjadi semacam bantalan penyelamat saat musibah semacam itu datang. Sebagai contoh, di awal tahun ini, Distan Kabupaten Sumbawa mencatat, sebanyak 4,5 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen di Kecamatan Unter Iwes pasca diterjang banjir bandang.
“Total luas lahan yang terdampak bencana banjir di sejumlah kecamatan sebanyak 70,5 hektare, hanya saja yang masuk dalam kategori gagal panen baru 4,5 hektare, ” Kata Toni Hamdani kepada Suara NTB, Kamis, 10 April 2025.
Toni pun merincikan, di kecamatan Moyo Hilir ada sekitar 2 hektare, di kecamatan Utan 2 hektare, kecamatan Unter Iwes 4,5 hektare, dan kecamatan Empang 15 hektare. Sementara untuk tanaman jagung ada sekitar 47 hektare yang terdampak banjir yang terjadi belum lama ini.
“Hanya 4,5 hektare saja yang puso, kalau untuk lahan terdampak lainnya kondisinya sudah berangsur pulih dan tidak terdampak gagal panen,” sebutnya.
Terhadap wilayah yang dinyatakan mengalami gagal panen, tersebut dia meyakinkan sudah melaporkan ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk penanganan lebih lanjut. Hal itu dilakukan untuk membantu para petani supaya tidak terlalu merugi.
“Kita sudah laporkan semua kejadian tersebut ke pusat tinggal kita menunggu penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Pemerintah juga akan terus mendorong agar petani bisa mengikuti program AUTP yang masih minim peminat hingga saat ini. Hal itu dilakukan agar petani bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta per hektare nya jika terjadi gagal pangan
“Masih minim petani yang mengikuti program AUTP padahal manfaatnya sangat besar. Kami akan terus berupaya agar petani bisa mendaftar sebagai peserta AUTP, ” tukasnya. (ils)


