PASCABANJIR yang melanda wilayahnya pekan kemarin Minggu, 6 Juli 2025, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kini mulai berbenah. Pemerintah kelurahan bersama warga dan sejumlah pihak terkait memfokuskan upaya pada normalisasi lingkungan sebagai langkah awal pemulihan.
Lurah Kekalik Jaya, Syafruddin mengatakan, bahwa banjir yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengakibatkan air di sungai kali Ancar meluap pada, Minggu (6/7/2025). Sehingga menyebabkan sejumlah rumah warga terendam serta fasilitas umum ikut terendam. “Begitu air surut masyarakat langsung membersihkan rumahnya masing-masing dari sisa banjir, terutama lumpur yang masuk di dalam rumah,” jelasnya saat dikonfirmasi pada, Selasa, 8 Juli 2025.
Untuk kondisi masyarakat saat ini kata Syafruddin, membutuhkan bantuan makan dan pakaian yang layak dipakai. Pasalnya semua fasilitas perabotan rumah tangga dan pakaian mereka sudah tidak bisa dipakai, karena bercampur lumpur. Hal ini juga bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat. “Mungkin sekarang tinggal bantuan makan siap saji dari pemerintah yang hari ini kita akan saluran ke masing-masing warga terdampak,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, saat kejadian warga diungsikan di salah satu Masjid terdekat, ada juga numpang di rumah keluarganya yang tidak terdampak. Namun untuk sekarang, warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
Selain normalisasi fisik, Pemerintah Kelurahan Kekalik Jaya juga mulai menggalakkan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di selokan dan sungai.
Dengan berbagai langkah ini, diharapkan masyarakat Kekalik Jaya bisa lebih siap menghadapi musim hujan ke depan dan mengurangi risiko banjir berulang.
Sejumlah lingkungan terdampak cukup parah, meliputi Lingkungan Kekalik Gerisak, Kekalik Kijang, Kekalik Timur, dan Kekalik Barat. Empat lingkungan tersebut rata-rata terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter lebih. “Hampir semua lingkungan, karena air merendam semua rumah warga, tapi tidak ada yang rusak berat,” sebut Syafruddin.
Ia mengimbau warganya untuk waspada terhadap banjir. Pasalnya, melihat kondisi animalia cuaca yang kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. “Kita himbauan kepada warga melalui masjid untuk tetap mempertahankan keberhasilan saluran drainase dan juga kesadaran tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (pan)



