Mataram (Suara NTB) – Tim verifikator yang ditunjuk Direktorat PKPLK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendatangi sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB untuk memverifikasi usulan penerima program revitalisasi sarana dan prasarana atau sarpras, pada Senin, 7 Juli 2025. SLB yang didatangi merupakan SLB yang telah mengikuti proses verifikasi berkas di Vertu Hotel Harmoni Jakarta Pusat, pada 29 Juni–1 Juli 2025.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, tim verifikator mendatangi SLBN 2 Mataram dan SLBN 1 Lombok Barat pada Senin, 7 Juli 2025. Tim melanjutkan melakukan verifikasi ke SLBN 2 Lombok Timur dan SLBN 3 Lombok Timur pada Selasa, 8 Juli 2025.
“Setelah verifikasi berkas yang dilaksanakan di Jakarta lalu, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh tim verifikator yang ditunjuk oleh Direktorat PKPLK. Tim verifikator akan melihat sinkronisasi data dengan kondisi di lapangan yaitu kesesuaian dengan apa yang telah diusulkan oleh Dinas Dikbud NTB,” jelas Eva.
Menurut Eva, yang terpenting dalam verifikasi lapangan ini adalah sertifikat lahan. Bagi SLB negeri, lahannya harus milik Pemerintah Provinsi NTB. Jika SLB swasta, lahannya harus di bawah nama yayasan. “Intinya kegiatan ini adalah survei kelayakan untuk sekolah sasaran program revitalisasi 2025,” ungkapnya.
Pihaknya belum mengetahui besaran biaya dalam program revitalisasi sarpras ini. Sebab, pihak sekolah nantinya akan membuat RAB bersama tim perencana yang ditunjuk oleh pihak sekolah.
Sekolah lainnya yang juga akan diverifikasi lapangan, kata Eva, antara lain SLBN 2 Lombok Barat, SLBN 4 Lombok Tengah, SLBN 1 KLU, SLBN 1 Sumbawa, dan SLBN 1 Dompu. Program revitalisasi ini sangat membantu pemerintah daerah dalam pemenuhan layanan sarpras di satuan pendidikan. “Karena sekolah dengan sarana dan prasana yang baik akan membuat suasana semakin menyenangkan, menngasyikkan, dan pembelajaran akan semakin bermakna karena terpenuhinya fasilitas,” ujar Eva.
Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna menyampaikan, tim yang ditunjuk oleh Direktorat PKPLK Kemendikdasmen mendatangi sekolah yang ia pimpin pada Senin, 7 Juli 2025. Pihaknya mengusulkan sejumlah ruangan dalam program revitalisasi sarpras ini. “SLBN 2 Mataram dapat revitalisasi empat ruang kelas, satu ruang kantin dan UKS, serta rehab perpustakaan, insyaallah,” ujarnya.
Nantinya, Direktorat PKPLK Kemendikdasmen akan mencairkan langsung dana revitalisasi sarpras ke sekolah. Kepala SLB yang akan bertanggung jawab langsung. Menurut Eva, jumlah dana akan menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Eva menjelaskan, program revitalisasi pada satuan pendidikan hadir sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan pendidikan agar lebih optimal. Yaitu pemenuhan akses sarana prasarana di sekolah. Program revitalisasi bermula dari pidato Presiden Prabowo pada saat peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta tanggal 25 November 2024. Presiden menyerukan bahwa tidak boleh ada lagi sekolah yang atapnya bocor atau roboh. Tidak boleh ada lagi sekolah yang tidak mempunyai WC atau toilet.
“Oleh karena itu beliau menyerukan kepada Kemendikdasmen untuk upaya percepatan pelaksanaan Program Revitalisasi untuk semua jenjang satuan pendidikan mulai dari Paud, SD, SMP, SMA dan SLB. Dan akhirnya sebagai bentuk percepatan dari program Revitalisasi ini maka lahirlah Inpres No 7 tahun 2025 sebagai bentuk percepatan pelaksanaannya,” ujar Eva.
Dana yang dipersiapkan oleh Kemdikdasmen sebesar Rp17,1 T dari Dipa Kemendikdasmen. Untuk SLB sendiri tersedia anggaran Rp532 miliar. Dengan sasaran awal 155 SLB se-Indonesia berdasarkan aplikasi Krisna DAK 2024 yang sudah dihimpun oleh PUPR. Setelah dihimpun kelengkapan dari segi teknis dan administrasi dalam daftar per akhir Juni 2025 baru terdapat 67 SLB se-Indonesia termasuk SLB NTB baik negeri maupun swasta yang bisa dijadikan sasaran program Revitalisasi.
“Untuk SLB NTB pada data verval aplikasi krisna DAK 2024 terdapat 10 SLB. Dan enam sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan Direktorat PKPLK. Selain itu juga terdapat sembilan SLB dengan usulan baru dan sudah selesai melakukan verifikasi dan validasi berkas data dan segera akan dilakukan verifikasi data lapangan,” urai Eva.
Program revitalisasi menyasar pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas baru, ruang keterampilan, ruang perpustakaan, ruang serba guna, toilet, selasar penghubung dan kantin.
“Pembangunan revitalisasi kantin hanya ada pada SLB, karena diharapkan siswa dengan hambatan fungsional bisa membentuk ekosistem kewirausahaan, dapat menguasai literasi ekonomi, perdagangan dan jual beli sehingga membentuk karakter siswa yang mandiri, lebih kreatif dan mampu berdaya saing di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Eva. (ron)


