spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWABaru Satu Desa di Sumbawa Terdampak Kekeringan

Baru Satu Desa di Sumbawa Terdampak Kekeringan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, mengaku sudah ada desa yang meminta pendistribusian air bersih lantaran beberapa sumber mata air masyarakat mulai menyusut jelang puncak musim kemarau.

“Laporan desa terdampak kemarau sudah kita terima yakni desa Mapin di Kecamatan Alas Barat dan kami lakukan pendistribusian air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat kepada wartawan, Rabu, 9 Juli 2025.

Dayat melanjutkan, berdasarkan data saat ini ada 11 kecamatan yang rawan terdampak musim kemarau terutama di wilayah pesisir dan kaki gunung. Bahkan 11 kecamatan tersebut merupakan langganan pendistribusian air bersih karena infrastruktur penunjang ketersediaan air bersihnya belum optimal.

“11 kecamatan tersebut merupakan langganan setiap tahunnya untuk pendistribusian air bersih. Kami juga akan segera mengajukan kebutuhan anggaran untuk melakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Selain Mapin yang sudah meminta pendistribusian air bersih, pihaknya juga akan melakukan pemantauan ke beberapa wilayah rawan terdampak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan khususnya kekurangan air bersih untuk kebutuhan masak.

“Khusus untuk dasarian pertama ini baru satu desa yang meminta pendistribusian air bersih, kita masih belum tahu untuk dasarian kedua dan ketiga nanti,” ucapnya.

Dia pun meyakinkan, siklus musim kemarau ini hampir terjadi setiap tahun dan pola antisipasi juga sudah disiapkan oleh pemerintah. Pihaknya pun memprediksi awal musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

“Memang baru satu desa  meminta air bersih, tetapi hasil pantauan di lapangan beberapa sumber mata air yang mulai berkurang meskipun belum masuk kondisi kritis,” sebutnya.

Ia menambahkan, adapun wilayah yang masuk dalam kategori rawan terjadi bencana kekeringan yakni bagian utara Pulau Sumbawa. Bahkan saat ini tercatat ada sekitar 40 desa yang diprediksi terdampak kekeringan sesuai dengan kondisi tahun sebelumnya.

“40 desa itu tahun lalu yang kita distribusikan air bersih, kalau untuk tahun ini kita belum tahu karena belum ada permintaan,” tutupnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO