spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDinkes Turunkan Tim Pemulihan Trauma untuk Korban Banjir Mataram

Dinkes Turunkan Tim Pemulihan Trauma untuk Korban Banjir Mataram

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan tim dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma NTB bergerak cepat memberikan layanan pemulihan trauma bagi warga terdampak banjir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascabencana banjir yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental para korban yang mengalami tekanan psikologis.

dr. Emirald Isfihan. (Suara NTB/hir)

“Pemulihan trauma sudah dimulai. Kami turunkan juga satu orang dokter spesialis jiwa. Karena hanya ada satu dokter spesialis jiwa di kami, maka pelaksanaan pemulihan trauma ini dilakukan secara bergiliran di semua wilayah terdampak,” jelasnya, saat dikonfirmasi pada Rabu, 9 Juli 2025.

Untuk memperkuat layanan ini, Dinkes Kota Mataram juga menggandeng tim dari RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB. Mereka ikut turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan psikologis, khususnya bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang terdampak banjir.

“Tim RSJ juga turun untuk pemulihan trauma ini. Sasarannya untuk semua kalangan, dari anak-anak, remaja, dewasa. Pokoknya semua yang terdampak banjir kita sasar,” katanya.

Kegiatan pemulihan trauma yang dilakukan mencakup berbagai pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif. Tim kesehatan membuka ruang konsultasi individu maupun kelompok, mengajak warga berbincang ringan, membawakan cerita yang menyenangkan, hingga bermain bersama anak-anak sebagai bentuk pengalihan dari rasa trauma.

“Kegiatannya seperti konsultasi, dokternya bercerita sesuatu hal yang menyenangkan, bermain, dan segala bentuk ungkapan yang bisa mereka salurkan, yang penting membuat mereka senang,” ujarnya.

Sejumlah lokasi telah dijangkau oleh tim pemulihan trauma, di antaranya Pamotan dan Kelurahan Mayura, Kecamatan Mataram. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan ke titik-titik pengungsian lainnya selama masa tanggap darurat  bencana masih berlangsung.

Selain layanan psikologis, Dinkes Kota Mataram juga menurunkan lima tim kesehatan ke tiga titik utama pengungsian pada Rabu, 9 Juli 2025, yaitu di Kekalik, Pamotan, dan posko utama. Setiap tim terdiri dari lima orang tenaga medis.

“Di tiga titik itu, kami turunkan tim. Ada lima tim yang berangkat, satu tim isinya lima orang. Jadi satu lokasi ada yang diturunkan dua tim, artinya 10 orang yang turun (di satu titik),” ujarnya.

Tim-tim tersebut merupakan gabungan tenaga medis dari Dinkes Kota Mataram dan IDI. Kehadiran mereka di lapangan diharapkan mampu memberikan layanan menyeluruh, baik fisik maupun mental, bagi para korban banjir.

Upaya kolaboratif ini menjadi bagian penting dalam pemulihan pascabencana. Pemerintah Kota Mataram menaruh perhatian besar tidak hanya pada aspek kesehatan jasmani korban, tetapi juga pada pemulihan emosional yang sama pentingnya dalam proses penyembuhan.(hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO