spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDisdik Mataram Beri Dispensasi Belajar dari Rumah Bagi Sekolah Rusak Diterjang Banjir

Disdik Mataram Beri Dispensasi Belajar dari Rumah Bagi Sekolah Rusak Diterjang Banjir

Mataram (Suara NTB) – Banjir bandang yang melanda Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025 , mengakibatkan kerusakan parah pada puluhan sekolah. Ketinggian air yang mencapai lebih dari dua meter merusak fasilitas pendidikan dari tingkat ringan hingga berat.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, mengambil langkah cepat dengan memberikan dispensasi belajar dari rumah atau dalam jaringan (daring) bagi sekolah-sekolah terdampak. Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi yang telah dikeluarkan Disdik.

“Kami sudah buatkan surat edaran (SE) terkait (dispensasi untuk) sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Kota Mataram. Bagi sekolah-sekolah yang berdampak akan kita berikan dispensasi, dalam bentuk bisa belajar dari rumah (daring),” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 10 Juli 2025.

Dikatakan oleh Yusuf, bahwa sejumlah sekolah mengalami dampak cukup signifikan. Beberapa di antaranya yakni SDN 32 Ampenan, SDN 10 Ampenan, SDN 12 Cakranegara, hingga SLB A YPTN Mataram. Ia menegaskan, pihak sekolah harus segera melakukan pelaporan kerusakan guna ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“(Sebelum kita berikan dispensasi) pihak sekokah harus segera melapor terkait kerusakan yang terjadi, baik bangunan, kemudian sarana prasarana sekolahnya. Kemudian buku-buku, alat elektronik (yang rusak) yang dimiliki oleh sekolah untuk segera di laporkan, agar nanti kita laporkan ke pusat,” jelasnya

Selain dispensasi belajar dari rumah, para pelajar terdampak juga akan mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah dari pemerintah. Langkah ini merupakan bentuk tanggap darurat dalam pemulihan pascabencana, khususnya bagi dunia pendidikan.

“Seperti baju sekolah, alat tulis, hingga peralatan sekolah. Nanti juga akan ada bantuan dari BNPB bagi murid kita yang terdampak, berupa bantuan seragam sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, untuk sekolah yang tidak terdampak banjir, Disdik memastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan berjalan sesuai kalender pendidikan. Hari pertama masuk sekolah ditetapkan pada Senin, 14 Juli 2025.

“Tetap masuk sekolah (sesuai jadwal). Tapi bagi sekolah-sekolah yang terdampak sangat besar seperti di SDN 10 Ampenan itu mungkin belum bisa masuk (sesuai jadwal karena terdampak banjir),” tutupnya. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO